Besongo: Prof. Dr. Phil. Al-Makin dan Pesantren Liberal Art

Prof. Dr. Phil. Al-Makin ketika memberi materi tentang “Menguatkan Tradisi Santri” di Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang

Besongo: Prof. Dr. Phil. Al-Makin dan Pesantren Liberal Art

Be-songo.or.id – Jum’at (11/09) Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang kedatangan sosok hebat dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Phil. Al-Makin, S.Ag. MA.  Sebagai narasumber dalam acara Stadium General bertemakan “Menguatkan Tradisi Pesantren”.

Kehadiran beliau di Darul Falah Besongo Semarang menjadi sebuah momen yang langka, apalagi ketika sudah menjabat Rektor UIN Kalijaga periode 2020-2024. Namun “behind the scene” ternyata beliau adalah sosok lulusan MAPK Jember, dan merupakan adik kelas Prof. Imam Taufiq selaku Rektor UIN Walisongo Semarang, yang hanya berselisih satu tahun.

Muamalah (bersosialisasi) adalah penting bagi seorang santri. Karena muamalah yang baik merupakan modal besar santri dalam membuat relasi mencapai masa depan yang cerah”. (Prof. Dr. KH. Imam Taufiq, M.Ag)

Dalam materi tentang “Menguatkan Tradisi Pesantren”, beliau menyampaikan bahwa sebenarnya tradisi pesantren sudah lama ada, bahkan 2500 tahun yang lalu dimulai pada zaman Socrates. Pada waktu itu Socrates suka keliling-keliling kota Athena dan mengajak orang-orang untuk berdebat. Namun karena hal ini, Socrates mulai dibenci oleh orang-orang, hingga akhirnya ia dibunuh dengan cara diracun.

Pada dasarnya pesantren menjadi lembaga yang mendidikan seseorang menjadi cerdas, baik dalam pikiran maupun perbuatan yang mampu merespon dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Mendialogkan kepentingan agama dengan perubahan zaman untuk menuju perubahan yang lebih baik dan beradab.

“Pesantren sudah seharunya menjadi perespon apapun yang terjadi dimasyarakat. Saya tertarik dengan sistem pesantren yang liberal dalam artian membebaskan santrinya, seperti di Pesantren Tremas di Pacitan. Liberal disini berkonotasi positif, yaitu membebaskan santri dalam mengekspresikan bakat dan kemampuannya sehingga bisa menghasilkan karya-karya yang inovatif atau dikenal dengan istilah “liberal art”, sehingga dengan begitu diharapan mampu membangun karakter pada diri santri.” Ucap Rektor UIN Kalijaga.

Baca juga :  Resume Kitab Al Jurumiyah

Reporter: Andre Wijaya

Editor: Muhammad Luthfi

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: