Besongo: Lurah Baru Masa Khidmah 2020-2021

(Lurah terpilih pondok pesantren Darul falah periode 2020-2021, Umar Kustiadi bersama pengasuh)

Be-songo.or.id Pondok Pesantren Darul Falah Besongo (Dafa) adakan pemilihan lurah periode 2020-2021. Acara tersebut beragendakan debat calon lurah jilid 1, pemilihan voting oleh seluruh santri dan diakhiri dengan debat jilid II.

Debat jilid I pada Senin, (28/10/2020) yang dilaksanakan mulai dari pukul 07.30 WIB di Madin Perumahan Bank Niaga dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Adapun 9 calon lurah  yang mengikuti debat jilid 1, yakni Abdullah Nabilul Mas’ud (B17), Allifi Dina Nasihah (A7), Khaeru Nisa (C5), Lia Naurur Rohmah (B5), Maulida Nurul Baddriyyah (A7), Muhammad Ilham Muzhoffar (B6), Qurrotun Ayun Wulandari (B9), Rifqinur Mahmudah (C9), Umar Kustiadi (B13). Setelah diadakan debat jilid 1, dilanjut pemilihan secara voting oleh para santri Senin malam, (28/10/2020) di asrama masing-masing.

Selanjutnya penentuan keputusan lurah berdasar debat calon lurah jilid 2. Adapun sistem pemilihannya berdasar hasil debat 1 dan 2 oleh pengasuh dafa, KH. Imam Taufiq. Adapun kandidat yang diusulkan dlaam debat jilid 2 yakni, Abdullah Nabilul Mas’ud, Umar Kustiadi, Muhammad Ilham Muzhoffar, Khaeru Nisa dan Rifqinur Mahmudah.

Debat jilid 2 diujikan oleh moderator, Itsna Tiffany dan pengasuh dafa, KH. Imam Taufiq serta di depan seluruh santri. Pertanyaan seputar permasalahan kepesantrenan dan upaya yang berkaitan prospek ke depan sebagai calon lurah.

Dalam sela-sela acara, KH. Imam Taufiq berpesan terkait perjuangan seorang pemimpin dan pemimpin menjadi seseorang yang sangat disorot.

“Jikalau pemimpin itu adalah ujung tombaknya kepengurusan ia harus siap menderita, harus siapakan cacian dan pemimpin itu ialah yang dipandang dan yang paling disorot jadi kita harus mengevaluasi apa yang dikira kita kurang ya perbaiki”. Tutur KH. Imam Taufiq.

Baca juga :  Konservasi Lingkungan, Wujud Kepedulian dan Kekeluargaan Santri Besongo Semarang

Beliaupun menyinggung mengenai uswatun hasanah dan rasa malu, rasa malu perlu ditekankan dalam hal kepemimpinan juga.

“Dalam diri sendiri sudah selayaknya memiliki rasa malu karena sudah diamanahi oleh pengasuh, punya rasa malu dalam diri sendiri karena tidak bias mengatur kepada kebaikan karena pemimpin itu dicontoh karena ia bias menjadi teladan“ . Tutur beliau lagi.

Sebelum menutup acara KH. Imam Taufiq memutuskan Umar Kustiadi sebagai lurah periode 2020/2021. Dengan berakhirnya pemilihan lurah tersebut, maka kepengurusan dibawah pimpinan Gayuh Rijki Fadillah akan diteruskan oleh Umar Kustiadi dan jajaranya melalui pelantikan yang akan datang.

Reporter          : Fahrizal Taufiq Mustofa dan Mafriha Azida

Editor              : Ati Auliyaur Rohmah

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: