Penguatan keluarga dalam Perspektif Islam


BESONGO NEWS – Semarang, Islam mengajarkan bahwasanya tujuan dari berkeluarga adalah membina keluarga yang bahagia. Salah satu nilai kebahagiaan itu karena ditopangnya kemantapan ekonomi.  Banyaknya kasus perceraian yang terjadi disebabkan oleh salah satu faktor ekonomi serta kurangnya bekal yang dibutuhkan dalam mengarungi bahtera rumah tangga sehingga menjadikan masalah dalam ketahanan suatu keluarga.

Pengurus Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Dr. Hj. Arikhah mengatakan, keluarga itu harus dibangun dengan integritas yang tinggi untuk berusaha mencari rizki Allah SWT. Sebagaimana yang telah diatur dalam Al Qur’an surat An Nisa ayat 9 : “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar.”

“Ayat ini merupakan aturan Allah SWT yang mengajarkan kepada kita bahwa dalam berkeluarga tidak boleh meninggalkan generasi-generasi yang lemah. Maka, didalam membangun sebuah keluarga harus memikirkan bagaimana penguatan keluarga dalam perspektif ekonomi.” kata Dr. Hj. Arikhah dalam kajian ramadhan hits di Semarang TV (11/06).

Menciptakan ketahanan keluarga melalui kuatnya perekonomian diperlukan perencanaan keuangan. Wajib hukumnya agar terwujud sebuah keluarga yang kuat dalam perekonomianya agar keluarga bertahan dengan baik. Rasulullah telah bersabda: “Hati-hati dalam kondisi kefakiran, karena akan mendekatkan kita kepada kekufuran.” Dengan begitu insya Allah persoalan terkait dekatnya tentang kekufuran itu bisa teratasi.

Cara untuk mendapatkan keluarga yang baik itu dapat dilakukan dengan kerja keras dan tidak malas-malasan. Sehingga kita akan menjadi seorang yadul ‘ulya (tangan diatas) yang memberi kepada orang lain. Selain itu terdapat maqalah Arab yang berbunyi “Carilah persoalan duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya, tapi carilah persoalan akhiratmu seakan-akan engkau mati besok.”

Demikian agar mencapai kebahagiaan yang maksimal, kita perlu persiapkan dan memantapkan ekonomi agar kita tidak meninggalkan keluarga yang lemah karena sesugguhnya kita telah diingatkan oleh Rasulullah SAW bahwa kelemahan ekonomi itu akan mengantarkan kepada kekufuran.(Vic/ red)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>