Santri Terampil Zaman Now


IMG-20171120-WA0003

BESONGO NEWS – Pesantren Darul Falah (DAFA) Be-Songo menjadi salah satu pesantren yang memberikan bonus life skill kepada santrinya. Berbeda dengan santri lainnya, selain menjadi mahasiswa santri DAFA berperan menjadi santri yang dituntut terampil dalam segala bidang. Seorang santri harus memiliki keterampilan agar dapat hidup mandiri dan dapat mengabdi kepada masyarakat. Beragam keterampilan diajarkan di Pesantren Darul Falah Be-Songo setiap weekend.

Mulai Minggu pagi 19 November 2017, santri DAFA sudah disibukkan dengan aktivitas pengembangan potensi diri. Setelah senam dan sarapan kelas keterampilan dimulai. Pukul 07.30 keterampilan memasak kelas 1 dilaksanakan di Madrasah Diniyah (Madin) Roudhotul Jannah. Santri kelas 1 membuat jajanan pasar berupa mi sua dan hongkue yang diajarkan secara langsung oleh Umi Arikhah.

Semangatdan antusiasme santri cukup tinggi. Keterampilan kelas 1 berlanjut dengan membuat manik-manik di Asrama B5. Mbak Rofiatus Sholihah dengan sabar dan teliti berbagi ilmu kepada santri untuk membuat bros dari klip. Tanpa rasa lelah santri berusaha mencoba membuat bros dari klip secara bergantian.

Keterampilan kelas 2 (angkatan 2016) dimulai pukul 08.30 di asrama B9 yang diajar oleh Ustadzah Ikke Nailul Afifah dengan saapaan Ustadzah Nana. Santri kelas 2 belajar membuat baki lamaran dengan bentuk kelinci dan ikan dari handuk, tikus dan ikan dari dalaman. Proses pembuatan baki lamaran dari awal hingga tahap packing yakni pembungkusan.

Pembelajarandibagi menjadi tiga kelompok yang beranggotakan sekitar 10 orang. Setiap kelompok membuat satu baki lamaran dengan waktu 2 jam. Walaupun masih tahap pemula, hasil hiasan baki lamaran santri DAFA cukup bagus dan tidak mengecewakan.

Santri kelas 2 melanjutkan keterampilan memasak di B9 bersama Budhe dengan sapaan akrabnya. Budhe mengajari cara membuat wedang ronde. Pembuatan wedang ronde terbagi dalam beberapa tahap, diantaranya tahap pembuatan sirup, pembuatan kuah, pembuatan isi, pembuatan kulit, pembuatan kolang-kaling, dan tahap penyajian.

Prosespemasakan wedang ronde mencapai waktu 2 jam. Santri kelas 2 senang dan memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan peranan mereka dalam berkerja sama saling membantu membuat wedang ronde. Setelah wedang ronde sudah jadi, mereka mencicipinya bersama-sama. (Frida, Hivi-red).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>