Bagaimana Seharusnya Seorang Muslimah Menjaga Dirinya?


Pada zaman modern ini kita, sebagai seorang remaja sejati harus pandai-pandai dalam menjaga diri dari kemaksiatan ataupun hal yang tidak terpuji, terutama bagi remaja putri yang sering dijumpai melakukan perbuatan yang tidak terpuji atau kurang pas dimuka umum. Sebagai remaja putri yang masih labil dalam mencari jati dirinya, dituntut untuk selalu bias menjaga dirinya agar tidak terjerumus kedalam jurang kemaksiatan.

Salah satu cara untuk menjaga diri mereka dari jurang kemaksiatan adalah dengan menjaga (menutup) dengan baik aurat mereka. Aurat dalam islam adalah bagian tubuh yang tidak boleh dilihat oleh mahramnya. Definisi aurat ini berlaku untuk laki-laki maupun perempuan. Adapun batas aurat untuk seorang laki-laki adalah bagian antara pusar sampai kedua lutut, sedangkan batas aurat untuk seorang perempuan adalah seluruh anggota badan kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Jika remaja putri sudah mengetahui hal tersebut maka dia wajib melakukannya.

Perintah menutupi aurat ini terdapat dalam Alquran surat Al-Ahzab ayat 59 yang mempunyai arti “Wahai Nabi!, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang”.

Ilmu tentang aurat memang sepele, namun hal-hal yang dianggap sepele ini malah menjadi problem vital dalam menjaga kesucian seorang remaja putri. Hanya saja, sekarang sudah banyak dari mereka yang paham mengenai hal tersebut tetapi tidak melakukannya. Seorang perempuan diwajibkan untuk menutupi aurat ketika dia sudah memasuki masa baligh. Apabila mereka telah memasuki masa baligh, namun ketika keluar rumah tidak menutupi aurat maka dosa telah mereka dapatkan, walaupun ketika niat tidak menutupi aurat bersamaan dengan perbuatan yang baik juga seperti pergi sekolah.

Dengan menutupi aurat, remaja putri akan selalu terjaga dari orang-orang yang ingin berbuat maksiat. Namun di zaman sekarang ini ungkapan tersebut seakan tak bermakna, bias dilihat masih banyak remaja putri yang malah mendapat tindak asusila walaupun mereka telah menutupi aurat mereka. Sebenarnya bukan ungkapan di atas yang salah, namun dari remaja putrinya sendiri yang kadang salah dalam menutupi aurat mereka, contohnya saja pemakaian jeans yang ketat, baju yang ketat, dan yang baru baru ini viral adalah trend jilboob.

Hal tersebut sangatlah tidak tepat, karena pada dasarnya perintah menutupi aurat adalah tertutupi dan tidak mengundang syahwat. Jangan sampai menutupi aurat hanya dijadikan simbol jika seorang remaja putri tersebut adalah seorang muslimah, namun dalam hatinya menutup aurat hanyalah sebagai penutup kedok busuk mereka.

Memang tidak mudah bagi seorang remaja putri yang sebelumnya tidak menutupi aurat dalam kehidupan kesehariannya, beralih untuk menutupi aurat mereka. Tetapi dalam proses tersebut tidak harus seketika. Seperti saat Nabi memerintahkan ummat dalam menjauhi khamr, Nabi tidak seketika melarang meminum khamr tetapi bertahap. Proses seperti itu bisa remaja putri terapkan dalam proses beralih dari yang awalnya tidak menutupi aurat dalam kehidupan sehari-hari menjadi menutupi aurat mereka dalam kehidupan sehari-hari. Ada pepatah yang mengatakan, “Ala bisa karena biasa”.

Muchammad Imron 

Alamat : Gamong 3/1 Kaliwungu Kudus
No. Hp : 085713877926

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>