140 Santri Baru Dafa Besongo Ikuti TOS 2022

140 Santri Baru Dafa Besongo Ikuti TOS 2022

dokumentasi Besongo tv

Saba (Santri Baru) Pondok Pesantren Darul Falah Besongo mengikuti Pembukaan Taaruf Orientasi Santri (TOS) dengan khidmat dan antusias. Berbeda dengan TOS tahun sebelumnya yang bertempat di ndalem, TOS tahun ini bertempat di Madin Perumahan Bank Niaga.

TOS yang diselenggarakan pada Sabtu (6-8/08/2022) bertemakan “Meneguhkan Jati Diri Santri Menuju Generasi yang Berkualitas dan Kontributif”. Dari tema yang diangkat ini, harapannya santri mampu tetap menjunjung jati diri sebagai seseorang yang berkualitas, berakhlak, dan mampu berkontribusi terhadap bangsa dan negara.

Menjadi salah satu perlengkapan kegiatan taaruf, santri baru tampak mengenakan kalung papan nama dan jilbab beraneka warna sesuai dengan pembagian kelompok yang telah ditentukan oleh panitia.

Dalam sambutannya Didin Syamsudin, Ketua Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB) Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Tahun 2022 menyapa santri baru dengan jargon TOS 2022.

“Sebelumnya kita jargon dulu ya, kalau saya bilang TOS 2022 jawabnya berkarakter luar biasa” ucap Didin Syamsudin dan diikuti oleh santri baru dengan  kompak.

Lurah Pondok Pesantren Darul Falah Besongo, Putri Rizkyatul Windiarti. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa total santri yang mendaftar sebanyak 340, dan hanya diterima 140 santri saja. Hal ini menunjukkan bahwa animo santri untuk menimba ilmu di Pesantren Darul Falah Besongo sangatlah besar. Di sisi lain, kuota penerimaan santri yang mencapai setengah dari jumlah total pendaftar menunjukkan bahwa santri yang telah diterima merupakan orang-orang terpilih dari sekian banyak pendaftar yang ada.

Serangkaian TOS akhirnya  dibuka langsung oleh Umi Arikhah, pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Besongo secara simbolis dengan pemukulan bass sebanyak tiga kali. Dalam pembukaan, Beliau menyampaikan beberapa pesan kepesantrenan yang salah satunya  ialah sebuah kutipan dari Ibnu al-Qoyyim.

“Orang pintar itu bukanlah orang yang banyak menyandang gelar, bukan juga yang mengkhatamkan berlembar-lembar kitab kuning. Namun, orang pintar itu yang match (cocok) antara kemampuan akademik dengan apa yang diucapkan dan apa yang diperbuat dalam kehidupan sehari-hari” tegas Umi Arikhah.

Beliau juga menyampaikan pesan dari Abah Imam Taufiq  yang berhalangan hadir berupa permintaan agar santri baru dapat mengikuti TOS dengan khidmat dan menyimak materi dengan seksama.

Baca juga :  Pentingnya Kesejahteraan Jiwa Bagi Kesehatan Mental

Reporter : Rifda Salsabila Putri Hanafi

Tinggalkan Balasan