Besongo : Shalawat, Bukti Kecintaan Kepada Rasulullah SAW

Be-songo.or.id Liburan akhir semester  sudah diujung mata, turut mengalihkan perhatian para santri Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang. Yang mana hal tersebut mendatangkan antusiasme, sehingga para pengurus beserta pengasuh pondok mengadakan acara yang diberi nama kegiatan Pra-liburan. Kegiatan yang salah satunya mengadakan kegiatan “Shalawat Ceria”, yang dimeriahkan oleh seluruh asrama yang turut berpartisipasi.

Dalam kegiatan ini diisi dengan Dzibaan dan Shalawat kepada Rasulullah SAW. Yang mana tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kecintaan kita pada baginda Nabi Muhammad SAW dan mengharapkan syafaatnya kelak. Selain itu, juga bertujuan untuk mengakrabkan jalinan kekeluargaan antar santri sebelum libur semester.

Kegiatan Sholawat, Berzanji, dan Diba’i merupakan suatu doa-doa, puji- pujian dan penceritaan riwayat Nabi Muhammad SAW yang biasa dilantunkan dengan irama atau nada. Pengarang Addiba’ adalah Syeikh Muhammad Abdurrohman Addiba’i. Tradisi diba’an tidak lepas dari kitab Maulid Diba’. Masyarakat biasanya membaca addiba’i selama satu minggu sekali dari rumah kerumah, Pondok Pesantren pun menerapkan hal tersebut salah  satunya Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang. Pesantren ini menerapkan pembacaan addiba’i setiap satu minggu sekali pada malam senin dengan pembacaan yang dilakukan para santri secara bergantian.

Karena adanya pembatasan kerumunan untuk menghindari dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, maka acara Shalawat Ceria dilakukan di 3 lokasi yang berbeda yang mana terpisah antara santri putra dan putri yang berlangsung selama tiga hari berturut, yakni sejak senin (30/11/2020) hingga rabu (02/12/2020) . Asrama yang dijadikan tempat penyelenggara yaitu asrama A7, B9, dan B13. Acara yang diselenggarakan oleh Bidang Kesenian dibantu oleh beberapa bidang pengurus Pondok ini dilakukan setelah jamaah isya. Pelaksanaan Shalawat Ceria ini juga turut dimeriahkan oleh Grup Rebana el-Falah.

Baca juga :  Bermodal Pengetahuan untuk Merespon Tantangan Zaman

Acara dibuka dengan pembacaan tawassul kepada Kanjeng Nabi dan para ulama. Dilanjutkan dengan pembacaan sholawat bersama sama. Kegiatan positif semacam ini perlu ditingkatkan, apalagi dimasa pandemi seperti sekarang ini, tutur salah satu pembina.

Assalamualaika zainal Anbiya’

Assalamualaika Atqal Atqiya’

Assalamualaika azkal azkiya’

Suasana menjadi semakin syahdu ketika grup rebana mengumandangkan mahallul qiyam, lalu ditutup dengan do’a.

Menurut Nur Fadhilah selaku salah satu pengurus Bagian Kesenian, “Acara ini mendapatkan apresiasi dan antusisas yang baik oleh seluruh Santri” ucapnya.

Tradisi yang telah ada hendaknya terus dijaga dan dilestarikan agar tidak luntur termakan zaman. Untuk melepaskan kerinduan kita pada Baginda Rasulullah SAW salah satunya dalah dengan pembacaan dziba’an dan shalawat ini. Dan tradisi seperti ini terus berusaha dilestarikan oleh tiap Pondok Pesantren, tak terkecuali Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang.

Reporter: Dewi Musdalifah dan Ulfa Choironi

Editor.   : Azkiya Tsany Baharsyah

Tim web Besongo

Be-songo.or.id adalah website resmi Pondok Pesantren Darul Falah Be-songo Semarang yang mengkaji dan memberi informasi seputar khazanah dunia kepesantrenan, keislaman, pendidikan, dan sosial budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *