Pascalib 2021 : Pelatihan Proposal dan Skripsi

Besongo.or.id – Bagi kalangan masyarakat khususnya mahasiswa, proposal dan skripsi merupakan tulisan yang sudah tidak asing lagi. Untuk itu, Pondok Pondok Pesantren Darul Falah (Dafa) Besongo adakan pelatihan pembuatan proposal dan skripsi sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pascalib 2021 pada Jumat, (5/2/2021) pukul 09.00 am s.d selesai dengan pembelajaran blended learning.

Pelatihan proposal juga dibarengi RAB (Rancangan Angggaran Belanja), karena keduanya sering kali berkaitan satu sama lain. Dalam hal tersebut dipandu oleh Arikhah yang merupakan selaku pengasuh. Sedangkan pelatihan skripsi yang dijelaskan oleh Muizzatus Sa’adah yang juga merupakan alumni Dafa.

Sebelum menempuh skripsi biasanya harus membuat proposal. Proposal merupakan usulan, jika diambil dari Bahasa Inggris “to propose” yang artinya mengajukan. Tujuan proposal untuk memberikan gambaran dan proyeksi sebuah kegiatan atau penelitian yang akan dilakukan, untuk mendapatkan dukungan, perizinan, dana dan sponsor dari pihak terkait.

Dalam acara ini beliau menyampaikan, “Proposal itu usulan, bisa berupa usulan kegiatan maupun anggara. Bisa usulan diterima sebagai menantu, bisa usulan apa saja, itu proposal.”

Proposal dapat berupa proposal penelitian, kegiatan, bisnis, proyek dan sebagainya. Proposal harus transparan dan accountable (perhitungan). Arikhah juga menuturkan,“Karena proposal itu usulan, sekali lagi dia harus meyakinkan, minimal untuk meyakinkan itu adalah ada kejelasan. Setidaknya dalam proses penjelasanya harus ada apa, dimana, kapan,siapanya jelas.”  

Kemudian dalam seminar tersebut Arikhah menjelaskan terkait RAB ( Rencana Anggaran Belanja ). RAB menjadi bagian dalam proposal khususnya kepanitiaan yang menjadi perkiraan biaya yang akan dikeluarkan untuk melaksanakan kegiatan tertentu terutama dalam proyek yang dimulai dari pemilihan berbagai komponen pendukung (material, pihak penyedia, dan sebagainya).

“Langkah membuat RAB dengan menentukan jenis, bagian-bagian besar pekerjaan dari kegiatan, sub bagian dari bagian tentang volume dan besarannya, menguangkan segala yang menjadi pengeluaran dan membuat alternatif pilihan (plan A dan B)” tutur Arikhah.

Baca juga :  Rangking Satu Di Darul Falah

Di sisi lain pelatihan skripsi juga diperlukan terutama untuk mahasiswa akhir. Skripsi lebih menekankan pengembangan dan implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjadi sasaran dalam proses sarjana.

“Dalam S1 itu tidak usah terlalu muluk-muluk targetnya maksudnya ialah S1 itu gausah seperti misalnya tidak harus menemukan sesuatu yang baru akan tetapi lebih ke sifat pengembangan yang sekiranya menarik untuk dikaji,” tutur Muiz.

Muiz juga menuturkan bahwa skripsi terdiri dari pendahuluan, kajian pustaka, metode penelitian, hasil dan bahasan serta kesimpulan. Skripsi seringkali dianggap sulit bagi mahasiswa semester akhir misalnya dala penelitian maupun menentukan judulnya.

“Hal hal yang paling sulit bagi mahasiswa tingkat akhir ialah melakukan penelitian dan lain sebagainya . Setelah hal tersebut dilakukan di semester akhir maka seseorang tersebut akan merasakan nikmatnya perjuangan . Mulai dari mencari judul, data, referensi buku, teori teori tokoh hingga metode penelitian.” tutur Muiz lagi.

Skripsi bagian dari lingkup takdir yang tidak mungkin dihindari oleh mahasiswa, untuk itu kerjakan dengan semangat yang gigih.

“Manusia itu dituntut untuk gigih dalam berjuang agar suatu hari tak ada rasa kekecewaan sebab suatu penyesalan yang mendalam adalah yang berasal dari melewatkan suatu hal tanpa berjuang.” Tutup Muiz.

Reporter          : Anton Tubagus 

Editor : Fahrizal Mustofa

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *