Entrepreneurship: Memupuk Jiwa Kritis dalam Mengembangkan Usaha

Farid Hidayat sedang menjelaskan materi entrepeneurship

Be-songo.or.id Tantangan di era digital seperti saat ini berkaitan dengan upaya pengembangan diri baik dari segi kreativitas maupun inovasi. Pada era tersebut entrepreneurship dianggap mampu mengembangkan potensi tersebut. Untuk itu Pondok Pesantren Darul Falah Besongo adakan Seminar Entrepreneurship, pada hari Senin (08/02/2021).

Kegiatan Pascalib (Pasca Liburan) 2021 merupakan kegiatan opsional dimana tidak semua santri mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan menggunakan dua sistem pembelajaran antara online dan offline. Santri offline  yang memilih kegiatan entrepeneurship  ditempatkan di asrama b9 sedangkan santri online dengan media Zoom meting atau siaran langsung di Youtube PP. Dafa Besongo.

Pemateri yang juga pengusaha, Farid Hidayat menuturkan mengenai pengalaman usahanya dimulai dari nol. Menurutnya hampir semua tatanan kehidupan membutuhkan materi dan cara mendapatkannya bisa dengan usaha.

Farid mengatakan,“Alasan seseorang menjadi pengusaha karena hampir semua tata kehidupan manusia membutuhkan  uang.”

Dengan sistem seminar semi diskusi membuat santri aktif dan berpikir kritis. Para santri diajak berdiskusi terkait cara mengembangkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup misalnya ekonomi yang menjadi penunjang setiap kegiatan.

“Kalau saya dulu, saya harus  menjadi pengusaha karena kita hidup sekarang tidak pada jaman purba, kalau lapar tinggal berburu.  sekarang segala transaksi pakai uang, termasuk mondok pun pakai uang,” Tuturnya.

Farid juga bercerita bagaimana ia memulai usaha dan membangun pondasi dasar dengan mindset. Mindset seorang pengusaha harus dengan menekadkan peluang dan niat. Peluang dalam bisnis dan niat yang serius dalam menjalankannya.

“Ketika ia harus membangun pondasi dasar yang berupa mindset  harus menjadi penguasaha, ia memulai usaha kecil seperti menitipkan usaha ke warung-warung. Namun itu tak semudah yang dibayangkan karena tidak semua warung menerimanya. Kadang saya tidak punya ide yang bagus untuk usahanya namun yang terpenting bagi saya adalah peluang dan niat. “ Tutur Farid.

Baca juga :  PASCALIB #5 : “Kemampuan Berbicara itu Bakat”, Mitos atau Fakta?

Jiwa entrepreneur akan tumbuh ketika kita punya kesadaran penuh untuk memulai dengan niat dan tekad. Perlu adanya konsistensi dan ketekunan dalam menguasai bidang tersebut. Seiring berjalannya waktu akan ada hasil dari proses yakni keuntungan dalam bisnis.

“Untuk menjadi seorang pengusaha niat dan nekad paling utama mungkin di tahun awal-awal tidak akan tampak keuntungan namun jika seseorang memang benar-benar konsisten dan menekuni bidang itu maka seiring berjalannya waktu akan nampak keuntungan-keuntungan tersebut.” Tegas Farid.

Menurutnya menjadi seorang pengusaha sangat bermanfaat karena menciptakan lapangan pekerjaan dan ikut mengurangi tingkat pengangguran di masyarakat.

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi banyak orang. Seorang pengusaha dapat bermanfaat karena bisa menciptakan lowongan pekerjaan,” tutur Farid lagi.

Seorang pengusaha biasanya memilih peluang yang berjangka panjang, bukan produk yang cenderung musiman. Karena pentingnya konsistensi dalam produk sehingga mampu lebih banyak dikenal masyarakat. Di sisi lain penting juga meningkatkan kreativitas dan inovasi.

“Seorang pengusaha harus mampu memilih usaha yang memiliki jangka panjang bukan musiman, karena konsisten dalam usaha itu penting, selain konsisten melakukan pemasaran juga salah satu poin penting agar produknya dapat dikenal banyak orang.  Dalam dunia usaha  di perlukan sosok yang inovatif, kreatif, dan tahan banting.” Tambah Farid.

Di akhir acara Farid menyampaikan pentingnya semangat dan tidak pantang menyerah dalam berusaha. Dalam usaha perlu inovasi sebagai penggerak agar tidak stagnan.

“Jika seseorang mulai ingin menyerah dalam usahanya maka menurut Farid orang itu harus ingat tujuan awal agar ia bisa bangkit kembali, bagi pengusaha yang penting adalah bergerak tanpa stagnan, karena waktu mempengaruhi usahanya.” Tutup Farid.

Reporter          : Fiya Faridatul dan Tazida Ilma

Editor              : Ati Auliyaur Rohmah

admin

Be-songo.or.id adalah website resmi Pondok Pesantren Darul Falah Be-songo Semarang yang mengkaji dan memberi informasi seputar khazanah dunia kepesantrenan, keislaman, pendidikan, dan sosial budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: