Review Film: 99 Nama Cinta

Sumber : layar.id

Be-songo.or.id Di era digital seperti saat ini banyak film hanya berkisar kisah percintaan tanpa adanya pesan tersirat yang bisa dipetik dalam kehidupan. Namun kali ini MNC Pictures membawakan kisah cinta yang dibungkus dalam nuansa islami.

Film dengan judul “99 Nama Cinta” ini merupakan hasil karya dari sutradara terkenal, Danial Rifki yang sebelumnya telah menghasilkan beberapa film dengan alur cerita yang sulit ditebak. Membahas sedikit karier “sang sutradara”, Ia juga banyak memperoleh penghargaan dari pekerjaan yang dijalaninya selama ini.

Penghargaan tersebut antara lain seperti Festival Film Indonesia 2012 kategori Cerita Asli Terbaik dengan judul “Tanah Surga… Katanya”, Festival Film Bandung 2013 kategori Cerita Asli Terbaik dengan judul “Tanah Surga… Katanya”, Festival Film Indonesia 2013 kategori Skenario Terbaik dengan judul “Air Mata Terakhir Bunda” dan sebagainya. Film “99 Nama Cinta” juga mendapat penghargaan Festival Film Bandung 2020 kategori Sutradara Terpuji.

Film berdurasi 106 menit ini menceritakan nuansa kereligiusan dari lingkungan pesantren oleh tokoh bernama Kiblat. Hal tersebut dikemas tanpa menghilangkan unsur religi dan cinta yang digemari kaum muda.

Dalam film ini diceritakan bahwa Karier Talia (Acha Septriasa), seorang presenter terkenal sekaligus produser acara gosip yang sedang tenar di dunia infotainment, justru dialih tugaskan untuk menjadi produser acara religi yang tayang pada pagi hari. Hal itu membuat Talia stres, karena program religi tersebut merupakan acara yang jarang diminati kebanyakan orang karena cenderung membosankan.

Pentingnya Memahami Asmaul Husna

Secara sekilas dari judul, film 99 Nama Cinta membuat penonton penasaran. Karena 99 Nama Cinta seringkali ditafsirkan ke 99 Asmaul husna. Asmaul husna merupakan nama-nama Allah yang baik nan indah.

Film tersebut menyorot kisah hidup Kiblat dan Talia yang sedari kecil akrab. Keduanya menulis asma Allah tersebut. Namun ketika usia keduanya beranjak dewasa hubungan keduanya justru renggang.

Talia yang merupakan presenter gosip dipertemukan kembali dengan kiblat. Kiblat bertemu Talia karena wasiat dari almarhum ayah Talia. Kemudian Talia mengalami karir yang merosot. Dalam belanggu tersebut Talia dipertemukan lagi dalam acara pengajian kuliah subuh.

Talia sangat membenci pekerjaannya di bagian kajian religius, namun seiring bertambahnya rating film tersebut Talia juga seakan luluh dengan pesona Kiblat. Dalam pengajian subuh Kiblat menjelaskan makna 99 Asmaul husna.

Dari episode awal sampai 99, Kiblat menjelaskan makna asma Allah. Allah Swt memiliki sifat Rahman dan Rahim karena Maha Pengasih dan Penyayang kepada makhluknya. Rezeki dan kehidupan di alam semesta ini tidak bisa lepas dari kehidupan mereka.

Baca juga :  Halaqah Kubra: Good Bye Insecurities

Allah Swt. menjadi tuhan semesta alam yang menciptakan manusia berpasangan. Atas karunianya Talia memiliki rasa cinta kepada Kiblat. Bukan tanpa halangan, namun juga disertai simpang siur kedekatan Kiblat dengan Husna, Husna yang merupakan seorang Ning atau keturunan kiai seringkali dijodohkan dengan Kiblat yang merupakan Gus di pondok daerah kediri.

Dawamul Wudhu

Film yang rilis 14 November 2019 mengajarkan nuansa kepesantrenan, baik dari segi budaya kajian kitab, Al Qur’an maupun kebiasaan santri. Dalam hal ini terdapat nilai yang seharusnya diteguhkan oleh santri.

Sorot pesantren dalam nuansa Jawa Timuran, tepatnya di daerah Kediri kental akan kajian keagamaan dan produksi coklat. Dalam film ini santri diperintahkan untuk tetap melaksanakan kajian ilmu juga diselingi melakukan aktivitas budidaya coklat dan juga memproduksinya.

Para santri biasanya diperintahkan oleh para kiai untuk dawamul wudhu. Pentingnya dawamul wudhu dijelaskan dalam film tersebut untuk menjaga kesucian santri baik dari segala kotoran lahiriah maupun batiniah. Bukan itu saja, dalam film digambarkan proses melanggengkan wudhu untuk menjaga kualitas coklat yang diproduksi oleh keluarga Kiblat

Berkaitan dengan pandemi seperti saat ini, dawamul wudhu sebagai salah satu upaya pencegahan Covid 19. Selain itu merupakan upaya protokol kesehatan yang dianjurkan medis dan syariat.

Mahabbah dan Pantang Menyerah

Dalam film ini sangat jelas menceritakan perihal kisah cinta, cinta kepada Allah dan cinta kepada makhluknya. Kisah percintaan Kiblat yang diperankan aktor Deva Mahenra dan Talia. Namun, film ini juga sempat menuai tanggapan dari publik perihal cinta dan titik religi yang seringkali membuat penonton berbeda argumen.

Di sisi lain film ini mengajarkan pentingnya perjuangan tak kenal putus asa seperti karir yang ditempuh Talia. Pengkhianatan dari bawahannya tak membuatnya merasa putus asa. Dalam menggapai sesuatu manusia seharusnya memegang teguh semangat perjuangan, lantas diselingi dengan doa dan memuja asma Allah. Kemudian bertawakal kepada Allah, karena Allahlah sang pemberi rasa cinta dan semangat.

Identitas Film

Judul Film                 : 99 Nama Cinta

Sutradara                   : Danial Rifki

Produser                    : Ferry Garink Ardiyan

Penulis Skenario       : Garin Nugroho

Pemeran Utama        : Acha Septriasa, Deva Mahenra, Ira Wibowo, dan Donny Damara

Sinematrogafi            : Gunung Nusa Pelita

Penyunting                 : Wawan I. Wibowo

Tahun Rilis                : 14 November 2019

Distributor                 : MNC Pictures

Durasi Film                : 106 menit

Resentator                   : Ardan Nauval

Editor                          : Ati Auliyaur Rohmah

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *