Jahe dalam Al-Qur’an dan Manfaatnya untuk Kesehatan

http://www.gemaperta.com/

Be-songo.or.id – Jahe (Zingiber officinale Rosc.)merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang mudah untuk ditemui. Selain dibuat bumbu masakan, jahe juga sering diolah untuk dijadikan minuman. Jahe juga dipercaya memiliki beragam manfaat bagi tubuh. Selain dapat menghangatkan tubuh di musim penghujan seperti ini, jahe juga dipercaya dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Apalagi di masa pandemi corona yang belum menunjukkan angka penurunan yang begitu signifikan di Indonesia. Mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat menjadi faktor yang penting. Salah satunya adalah dengan meminum olahan dari jahe. Ternyata, nama jahe juga disebutkan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Q.S. al-Insan [76]: 17. Berikut ini penjelasannya.

Jahe dalam Al-Qur’an

Jahe dalam Al-Qur’an disebutkan pada surah al-Insan [76]: 17, kata jahe disebutkan dengan istilah zanjabil sebagaimana berikut:

وَيُسْقَوْنَ فِيْهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنْجَبِيْلًاۚ

Artinya: “Dan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe”.

Ibnu Katsir dalam kitab Lubâbut Tafsir Min Ibni Katsir, Juz 8: 364 menyebutkan bahwa, mereka (orang-orang yang telah berbuat baik) juga akan diberi minum dengan gelas-gelas, yaitu segelas minuman yang campurannya adalah jahe. Terkadang, mereka diberi minuman yang dicampuri dengan kafur yang dingin, dan kadang pula diberi minuman yang dicampuri dengan jahe yang hangat, supaya terdapat keseimbangan bagi mereka. Ayat ini memiliki keterkaitan dengan ayat sebelumnya dan sesudahnya, yakni dalam Q.S. al-Insan [76]: 13-22 yang membicarakan tentang kenikmatan yang abadi dan karunia Allah yang melimpah bagi para penduduk surga.

Minuman dengan campuran jahe juga sangat disukai oleh orang Arab. Sebagaimana penjelasan dalam Tafsir al-Qurthubi, Juz 19: 712 bahwa orang Arab sangat menyukai minuman dengan campuran jahe karena aromanya yang wangi. Jahe juga mampu menyegarkan lidah dan mampu membangkitkan selera makan. Senada dengan Hamka dalam Tafsir al-Azhar, Juz 10: 7800, bahwa orang Arab suka sekali meminum minuman yang pedas atau yang terdapat campuran dari jahe. Minuman tersebut dimasak terlebih dahulu, kemudian diminum saat panas-panas, minuman ini menjadi minuman favorit di musim dingin.

Tentunya, jahe yang disebutkan dalam ayat diatas merupakan minuman para penduduk surga, hal ini berbeda dengan jahe dunia yang dikonsumsi oleh manusia. Quraish Shihab dalam kitab Tafsir al-Misbah, Juz 14: 663 menyebutkan bahwa, mereka yang disuguhi disana (surga) dengan segelas minuman yang campurannya adalah jahe, tetapi bukan seperti jahe duniawi. Hal ini senada dengan Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab Tafsir al-Munir, Juz 15: 321 yang mengutip pendapat dari Ibnu Abbas sebagaimana berikut:

وَ كُلُّ مَا ذَكَرَ اللَّهُ فِيْ الْقُرْآنِ مِمَّا فِيْ الْجَنَّةِ, فَلَيْسَ مِنْهُ فِيْ الدُّنْيَا إِلاَّ الإِسْمَ

Baca juga :  Mengurai Dialektika Hukum Islam di Indonesia

“Segala hal yang disebutkan oleh Allah di dalam Al-Quran terkait sesuatu hal yang ada di surga, hal tersebut tidak ada di dunia kecuali hanya namanya saja”.

Manfaat Jahe

Jahe termasuk tumbuhan yang berasal dari famili Zingiberaceae. Zingiber berakar dari kata Singabera yang merupakan bahasa Sansekerta dan kata Zingiberi dari bahasa Yunani yang mempunyai arti tanduk. Karena, bentuk jahe yang rimpang mirip dengan tanduk rusa. Jahe juga merupakan salah satu tumbuhan yang biasa diminum untuk minuman jamu tradisional. Terdapat tiga jenis jahe. Pertama, jahe putih besar atau jahe gajah yang memiliki ukuran rimpang lebih besar dan gemuk diantara jahe yang lainnya. Kedua, jahe putih atau jahe emprit yang memiliki struktur rimpang kecil-kecil dan berlapis. Ketiga, jahe merah yang memiliki rimpang kecil berlapis-lapis dengan daging rimpangnya yang berwarna kuning kemerahan. Terdapat berbagai macam manfaat yang dimiliki oleh jahe, salah satunya adalah mampu meningkatkan kekebalan tubuh.

Menurut Prof. Dr. Mangestuti Agil, MS., Apt yang dilansir oleh FKM NEWS, bahwa mengonsumsi rempah-rempah seperti temulawak, kunyit, dan jahe dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh manusia. Bahan-bahan tersebut meningkatkan kekebalan tubuh melalui aktivitas antioksidan dan antiinflamasi, agar tidak mudah terinfeksi virus dan bakteri. Selain itu, jahe juga memiliki manfaat lainnya, seperti penjelasan dalam kitab Tafsir Ilmi: Makanan dan Minuman dalam Perspektif Al-Qur’an dan Sains yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, menyebutkan bahwa kandungan magnesium dalam jahe dapat membantu pembentukan sel darah merah, mencegah tekanan darah tinggi, serangan jantung, kram otot, diabetes dan asma.

Adanya berbagai macam manfaat yang terkandung dalam jahe, tidak mengherankan jika Al-Qur’an menyebutnya. Hal ini mengisyaratkan kepada manusia, bahwa tidak ada hal sia-sia yang diciptakan oleh Allah. Anjuran dalam Al-Qur’an untuk berfikir atas segala ciptaan-Nya, menjadikan manusia dapat menggunakan akalnya untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang timbul difikirannya. Salah satunya adalah mengenai kandungan jahe. Sehingga, manusia mampu untuk mengambil manfaat dari salah satu tanaman ciptaan Allah ini.

Wallahu’alam bi shawab.

Ditulis Oleh: Muhammad Ilham Muzhoffar (Mahasiswa Ilmu Al Quran dan Tafsir & Mahasantri Darul Falah Besongo Semarang)

Editor : Azkiya Tsany

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: