Puisi Rizal Firmansyah: Hanya Sebatas Kata Untukmu

Puisi persembahan sedulur angkatan 2017

Barisan bintang menghiasi angkasa raya
Bulan pun tak segan berperan memancarkan cahaya
Disudut semarang, terlihat pesantren yang kokoh nan jaya
Berdiri tegak diatas bukit bank niaga
.
Tepat pada tahun 2005
Abah Imam dan Umi Arikhah lah yang mendirikannya
Berlandaskan niat dan tirakat yang istimewa
Sehingga tercetus santri – santri yang ditunggu bangsa dan negara
.
Abah Imam…
Kaulah pewaris agama yang mulia
Menyiarkan Islam dengan damai sebagai caranya
Berbicara soal perjuangan
Kaulah inspirator yang tak mungkin bisa kami lupakan
Gaya bahasa dan sikapmu selalu kami jadikan bekal
Di tengah masyarakat millenial
Tak kenal siang dan malam
Tak henti – hentinya kau syiarkan agama Islam
.
Umi Arikhah
Wanita lembut nan bersahaja
Engkau bukanlah putri sang raja
Bukan pula cinderela bersepatu kaca
Namun, engkaulah sosok Siti Aisyah, Darul Falah
Setiap kali kau ajarkan kami tentang kesetaraan
Sehingga kami mampu bersikap adil dalam segala hal
Suri tauladan mu tak pernah kami lupakan
Menghapus dalam ingatan pun tak pernah terpikirkan
.
Darul Falah Besongo
Dari sini kami tahu
Dari sini kami mengenal
Kepada siapa yang harus dikenal
Kau ajarkan kami memanusiakan manusia
Bertatah mutiara
.
Besongo… itulah sebutanmu
Kau bimbing kami,
Bagaimana sejatinya adab pada orang tua dan guru,
Dengan ta’alim, ta’allum, terawatlah ilmu
Kau arahkan kami lewat dzikir dan tirakat – turakat mu
Hingga menuju ridho Allah sang maha pemberi ‘afwu
.
Ya Syaikhi, Jika memandangmu adalah surga
Maka beruntunglah kami dapat menikmatinya
.
Hanya sebatas kata untukmu Kiai ku
Pemancar cahaya ilmu
Yang tak kenal lelah dan waktu
Penghias malam yang sunyi
Sebagai suri tauladan sepertiga malamnya kami
.
Hanya sebatas kata untukmu Kyai
Pahlawan gagah nan berani
Pengibar panji panji suci
Penjaga syariat Islami
Berkorban tanpa henti
.
Hanya Sebatas kata untukmu Kyai
Engkaulah suri tauladan terpuji
Jagalah ruh yang bersamayam ditubuh ini
Bimbinglah kami, mencari ilmu Ilahi
Tunjukkanlah kami, hakikat jalan yang pasti
.
Hanya sebatas kata untukmu Kyai
Semoga pancaran ilmu selalumu menerangi kami
Sehingga lantunan syairmu tak pernah dilupakan diri
Lalu, utawi iki iku mu terkenang dalam sanubari
Sebagai bekal dimasyarakat nanti
.
Maafkan kami murabbi ruhi
Karena kedangkalan naluri kami
Terkadang mata hati terkunci
Dengan sengaja meludah tak hati – hati dan bersalah tiada henti
Wahai Abah dan umi
Terima kasih telah membimbing kami dalam mencari ridho ilahi
Terima kasih telah membimbing kami dalam mencari hakikat jalan nan pasti
Terima kasih untuk cinta kasih yg kau berikan untuk kami
Jasa nan amanahmu akan selalu tertanam dalam sanubari

Baca juga :  Menjadi Mata Air untuk Tanah Air
Karya : M. Aulia Rizal F

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: