Pendidikan Akhlak dengan Ibadah dan Riyadhoh

Ustadz Karis Lusdiyanto sedang menjelaskan tentang Ibadah dan Riyadhoh Sabtu, (14/8/2021)/ dokumen istimewa

Be-songo.or.id-Semarang, Pesantren seringkali dikaitkan dengan ibadah dan riyadhohnya. Untuk itu Pondok Pesantren Darul Falah (Dafa) Besongo adakan Taaruf Orientasi Santri (TOS), bertajuk “Ibadah dan Riyadhoh Ala Pesantren” pada Sabtu, (14/08/2021)

Dengan narasumber Ustadz Karis Lusdiyanto, acara tersebut  berlangsung di Aula Pesantren. Beliau menjelaskan riyadhoh secara tasawuf bermakna membiasakan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang mengotori jiwa.

“Riyadhoh hakikatnya mencangkup tentang pendidikan akhlak dan pengobatan penyakit lewat jalan mujahadah,” Tutur Ustadz Karis.

Riyadhoh atau tirakat seringkali dianggap proses melawan hawa nafsu untuk menghilangkan kesenangan duniawi. Kemudian beliaupun mengutip salah satu karya Imam Al Ghozali dalam Kitab Ihya Ulumuddin “Riyadhoh tukallafu al af’al as shodiroh ‘an nafsi ibtida’ li tashir thob’an intiha’ atau membudayakan kebiasaan yang sulit diterima oleh nafsu agar menjadi karakter”

Tirakat memiliki banyak macam, seperti puasa dalail, nyireh, ngrowot, sholawat, dzikir, manaqib dan sebagainya. Setiap kiai dan pesantren memiliki tirakat dan riyadhoh yang berbeda-beda.

Di dalam Kitab Bustanul Arifin dijelaskan barang siapa yang mencintai Allah dengan sepenuh hati dan berharap ilmu yang berkah dapat diupayakan dengan kholwat, mengurangi makan, meninggalkan keburukan dan segala kebencian terhadap orang berilmu.

Kemudian Ustadz Karis menjelaskan kembali pentingnya berwirid dan beramal kepada  Allah dan sesama bagi seorang yang tengah mencari ilmu. Hal tersebut bagian dari pentingnya tirakat yang juga tertuang dalam Kitab Mawaid Imam Syafi’i, “Laa Budda lil ‘alimi min wirdin min amalihi yakunu bainahu wa baina allahi ta’ala”

Faedah dari tirakat sendiri selain mendekatkan diri kepada Allah juga membangun pondasi awal, mencetak generasi yang baik, membuat masyarakat tenang, keberkahan ilmu dan masih banyak lagi.

Baca juga :  Haflatul Wada’, Sadarkan Kembali Pentingnya Keberkahan

“Seringkali keturunan orang alim itu terjaga oleh tirakat orang tuanya, begitupun keberkahan hidup suami karena tirakat istrinya,” Tegas Ustadz Karis.

Reporter          : Ati Auliyaur R

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: