Mengabadi Lewat Tulisan, Belajarlah Menulis Jelek

dokumen istimewa

Be-songo.or.id-Semarang, Menulis merupakan cara kita mengkontruksi pemikiran dan gagasan, kemudian menuangkannya secara konseptual. Singkatnya, menulis merupakan upaya menuangkan gagasan, ide dan sebuah pendapat ke dalam tulisan. Menulis juga dapat diartikan kerja kreatif dalam menciptakan sebuah karya.

Hal tersebut dijelaskan oleh Ustadz Muhammad Faiq Azmi dalam acara Diskusi Jurnalistik di Pondok Pesantren Darul Falah (Dafa) Besongo dengan tema “Menulis, Ikhtiar Mengenal Diri” Sabtu,(21/08/2021).

Beliau memberikan motivasi-motivasi kepada para santri untuk tidak takut memulai terjun dalam dunia kepenulisan. Beliau juga menjelaskan dengan mengutip gagasan penulis ternama, Pramoedya Ananta Toer, “Semua harus ditulis, apapun. Jangan takut tidak dibaca atau tidak diterima penerbit. Yang penting, tulis, tulis, dan tulis. Suatu saat pasti berguna”

Dalam diskusi tersebut, Ustadz Faiq pun turut memberikan strategi dalam menulis; pertama harus memiliki ide, kedua membuat mind mapping agar tidak keluar dari bahasan yang sedang kita tulis atau untuk memberikan jalan keluar apabila kita mengalami stuck dalam menulis.

Yang ketiga yakni outline; memberi alur dalam tulisan kita. Keempat tulis, dalam tips yang keempat ini beliau dengan tegas mengatakan, “Jangan bodoh, kamu sudah setengah jalan, sia-sia jika tidak menulis”

Kelima, mencoba untuk membaca ulang tulisanmu, dan memperbaiki kembali yang dirasa kurang. Keenam, jangan mencari alasan untuk tidak/berhenti menulis.

“Belajarlah menulis jelek” tutur Alumnus Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS).

Maksud pernyataan tersebut ditujukan untuk para santri yang masih ragu untuk mulai menulis. Kita tidak bisa menulis dan langsung bagus.

“Mulailah menulis meskipun tulisannya jelek. Dengan menggunakan tips yang telah diberikan insyaallah tulisan kita akan meingkat seiring waktu dan pengalaman” Tegas Ustadz Faiq lagi.

Baca juga :  Akhirussanah, Kreasi Memasak dan Evaluasi Tahfidz Dafa Be-Songo

Diskusi tersebut berlangsung lancar dengan antusias audien. Hal tersebut dibuktikan dari pertanyaan santri baru, Muhammad Niltal Amal terkait bagaimana bentuk tulisan yang baik.

Tulisan yang bagus adalah tulisan yang selesai dan mudah dipahami. Dalam menulis tentunya kita dapat meneguhkan kembali tips tadi.

“Tulisan yang bagus adalah tulisan yang mudah dipahami” Tutup Ustadz Faiq.

Reporter: M. Haikal Aufan

Editor: Ati Auliyaur R

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 pemikiran di “Mengabadi Lewat Tulisan, Belajarlah Menulis Jelek”

%d blogger menyukai ini: