Teladani Khidmah Ulama, PonPes Dafa adakan Ziarah dan Studi Banding

Mahasantri Dafa Besongo bersama asatidz saat lakukan ziarah dan studi banding

Besongo.or.id – Semarang, Pondok Pesantren Darul Falah (Dafa) Besongo Semarang adakan ziarah dan studi banding pada Jumat (08/10/2021) sampai Sabtu (09/10/2021). Berbeda dengan biasanya, kegiatan yang merupakan program kerja (proker) tahunan itu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Pukul 20.30 WIB dilakukan apel bersama di halaman gedung F Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHum) UIN Walisongo Semarang dengan pengarahan dari panitia dan do’a yang dipimpin langsung oleh KH. Imam Taufiq.

“Kita berziarah, belajar dari para ulama bagaimana khidmahnya para ulama untuk ilmu,” pesan beliau sebelum memulai doa.

Rombongan yang terdiri dari 4 bus itu, tiba di makam Kyai Abdul Wahab Hasbullah pada pukul 00.45 WIB. Rombongan ziarah memasuki area makam dan langsung melaksanakan tahlil serta do’a.

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Masjid Dr. H. Moeldoko Jombang, untuk transit dan tiba di sana pukul 02.00 WIB. Perjalanan dilanjutkan ke pondok pesantren Darul Ulum (DU) untuk ziarah dan studi banding. Sebelum studi banding, mahasantri dan asatidz Pondok Pesantren Dafa Besongo berziarah ke makam para pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren DU.

Studi banding dimulai pukul 08.50 WIB dengan KH. Afifudin Dimyathi sebagai pembicara. Studi banding yang dilaksanakan di aula pondok pesantren Darul Ulum berjalan lancar dan sesuai estimasi waktu.

Sebagai pembuka, KH. Imam Taufiq memberi sambutan,“Pondok Pesantren Darul Ulum bisa dijadikan inspirasi dan motivasi untuk kita dalam tholabul ‘ilmi yang selalu istiqomah walau di masa yang sulit seperti ini.”

Kyai Cholil Dahlan dalam sambutannya mewakili pimpinan Pondok Pesantren DU mengatakan, bahwa orang berilmu akan dimudahkan dalam kehidupannya. Beliau juga mengimbuhkan bahwa, ada satu hal yang tidak akan kita temui selain di pondok yaitu sosialisasi nilai-nilai keislaman.

Baca juga :  Pesan Masyayikh dalam Peringatan Harlah NU ke-98 dan Haul Muassis Nahdlatul Ulama

Sesampainya di makam Sayyid Sulaiman pukul 13.15 WIB dan usai berziarah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju ke Surabaya, makam Sunan Ampel. Rombongan tiba di makam pukul 16.15 WIB.

Usai berbelanja oleh-oleh, perjalanan dilanjutkan menuju ke Madura pada pukul 17.17 WIB, dan sampai ke makam Syaikhona Kholil Bangkalan pukul 19.00 WIB. Setelah berziarah, mahasantri dan asatidz melakukan sholat jama’ qasar takhir secara berjamaah, istirahat kemudian kembali ke pondok pesantren tanpa ada kendala, Alhamdulillah.

Reporter: Siti Muryati

Editor: Imam Mawardi          

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *