Be-songo.or.id

Gus Hayid Jelaskan Keutamaan Membaca Kalimat Tahlil

Memasuki puasa yang ke 21 di bulan Ramadhan 1444 H Pesantren Darul Falah Besongo, Kota Semarang  adakan peringatan Nuzulul Quran, Selasa (11/3/2023).

Acara yang bertempat di Madin Raudlatul Jannah ini diisi oleh KH Muhammad Nur Hayid (Gus Hayid) Dai muda yang juga salah satu Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PBNU.

Dalam muqodimah tausiyahnya, beliau mengajak para santri dan jamaah untuk bersyahadat bersamam-sama dan memperbanyak membaca kalimat syahadat dan tahlil karena kalimat syahadat  dan tahlil memiliki keutamaan yang luar biasa. Salah satu keutamaan dari membaca syahadat adalah dapat menghapus dosa kecil dan dosa besar.

Baca Juga: Gus Hayid: Peringatan Nuzulul Qur’an Bentuk Kecintaan Kepada Al-Qur’an

“Saya pernah membaca suatu hadist di suatu kitab yang menjelaskan fadhilah dan keutamaan membaca lailahaillallah muhammadar rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan juga membaca syahadat. Apa balasan bagi orang-orang yang diam-diam membaca kalimat tersebut? Balasan bagi orang tersebut adalah setiap kalimat thayyibah yang keluar dari lisan kita, maka terdapat seekor burung yang akan terbang tinggi sampai ke arsy Allah SWT,” ucapnya.

Lalu, lanjut beliau, burung tersebut berputar-putar mengitari arsy Allah sambil membawa khabar dan menyebut nama kita, yang menyebut lailahailallah. Sehingga, didengar dengungnya di bawah ‘arasy bagaikan dengung lebah, lalu datang malaikat dikatakan pada burung tersebut, “Tenanglah (diamlah)”. Lalu burung itu berkata, “Tidak, sebelum Engkau mengampuni orang yang membacanya”. Kemudian, Allah berkata, “Wahai para malaikat, biarkanlah burung-burung tersebut”.

Baca Juga: Cara Mempersiapkan Diri Sambut Ramadhan ala Gus Baha

Gus Hayid menjelaskan, bahwa Allah SWT menciptakan burung khusus untuk memintakan ampunan kepada Allah bagi manusia yang membaca lailahailallah. Burung tersebut terbang  mengelilingi arsy sambil menyebut nama orang yang bersyahadat tanpa henti, sehingga membuat heboh seisi arsy.  

“Bayangkan, burung tersebut tidak akan diam sebelum kita diampuni oleh Allah SWT. Singkat cerita, Allah SWT berfirman di hadapan para malaikat dan burung-burung tersebut. “Saksikanlah para malaikat-malaikat-Ku. Sesungguhnya Aku telah mengampuni dosa orang-orang yang telah membaca lailahailallah,” ujarnya

Baca Juga: Hukum Gunakan Speaker untuk Tadarus Al-Qur’an Hingga Malam Menurut Gus Yusuf

“Dan bahkan dosanya orang kafir yang masuk Islam hanya mengucapkan kalimat lailahailallah muhammadur rasulullah pun langsung dihapus oleh Allah SWT. Dosa mereka hilang seperti bayi yang baru dilahirkan. Apalagi orang-orang yang setiap masih bersujud, beristighfar dan membaca Al-Quran,” pungkasnya.

Oleh: Ilham Mubarok (Santri Ponpes Darul Falah Besongo Semarang dan Mahasiswa UIN Walisongo Semarang)

Editor: Hamid Hanafi Hanan