Be-songo.or.id

GALERI MANUSKRIP

روضة العلماء ٢
 
Terlindungi:

Lantik Pengurus Baru, Abah Imam Jelaskan Seni Berkhidmah dengan Gembira

“Tidak ada mondok yang berhasil tanpa gembira” tutur Abah Imam pada sambutannya dalam acara pelantikan pengurus masa khidmah 2023/2024 yang diselenggarakan di asrama B13 pada Jumat (06/10/2023).

“Ruh dari pesantren adalah ngaji. Jadi, jangan pernah tidak bersungguh-sungguh dalam mengaji, mengajilah dengan gembira tanpa adanya paksaan”, lanjut Abah Imam.

Ditegaskan bahwa dalam berkhidmah serta menjalankan etika tradisi pondok haruslah dijalankan dengan riang dan gembira. Gembira di sini berarti menjalankan sesuatu tidak dengan keterpaksaan, tidak dengan tekanan, dan menjalankan semua peraturan yang ada dengan rasa ikhlas.

“Menjadi seorang pengurus merupakan peluang yang besar untuk berkhidmah. Maka bergembiralah karena kalian memiliki lading berkhidmah di saat di luar sana banyak yang kesulitan mencari lading khidmah ”, lanjut Abah Imam dalam sambutannya.

Baca Juga: Silatnas Pesantren Besongo, Pengasuh Sampaikan Pentingnya Forum Silaturahmi

Berkhidmah di pondok pesantren merupakan peluang yang besar untuk menanamkan benih yang kemudian hari bisa dipetik hasilnya. Tujuan berkhidmah adalah untuk menciptakan hubungan batin yang kuat antara santri dengan guru dan mendapatkan ridho seorang guru. Khidmah yang dilakukan dengan riang gembira itulah letak keberkahan yang diharapkan bisa menjadi wasilah untuk kesuksesan di masa depan.

Dalam KBBI sendiri, khidmah dapat diartikan bersopan santun atau mengabdi. Dalam tradisi pondok pesantren seorang santri diharapkan patuh terhadap semua peraturan yang ada. Selain itu seorang santri harus menjalankan semua kegiatan atau aktivitas dengan bersungguh sungguh serta merawat semua yang ada di pondok dengan riang dan gembira.

“Jangan melakukan kegiatan di pondok dengan terpaksa, rawat dan jagalah semua yang ada di pondok dengan gembira”, tutur Abah Imam Taufiq.

Oleh karena itu, berkhidmah dengan gembira merupakan hal yang harus ditanamkan dalam dunia pesantren. Hal ini menjadi sebuah seni tersendiri yang harus terus dipelajari dan dibiasakan. Pada intinya, belajar dengan gembira merupakan proses berkhidmah kepada ilmu yang bisa mengantarkan santri kepada kesuksesannya.

Penulis: Jazilah