Pandemi Belum Usai, Ponpes Dafa Besongo Adakan Sosialisasi Kesehatan

drg. Ismi dan Taufiq Abdillah sedang sosialisasi kesehatan Sabtu, (14/08/2021)/ dokumen sitimewa

Be-songo.or.id – Semarang, Kali ini kita masih dihadapkan dengan pandemi yang belum usai. Untuk itu Pondok Pesantren Darul Falah Besongo adakan sosialisasi kepada santri baru dalam rangkaian Ta’aruf Orientasi Santri (TOS), bertajuk “Menjaga Kesehatan Santri di Masa Pandemi” pada Sabtu, (14/08/2021).

Acara tersebut  berlangsung di Aula Pesantren dengan narasumber drg. Ismi Rianawati. Beliau menjabarkan banyak hal tentang apa yang harus dilakukan santri saat pandemi.

“Disaat pandemi ini kita harus menjaga kesehatan dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” tutur dokter Ismi.

Dokter Ismi menjelaskan ada beberapa indikator Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di antaranya yaitu kebersihan yang harus dimulai dari diri sendiri (personal hygienic), mengonsumsi makanan sehat dengan gizi yang seimbang, melakukan aktivitas fisik, dan lain sebagainya.

Dokter Ismi juga menjelaskan betapa pentingnya menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) disaat pandemi supaya terhindar tidak hanya dari covid-19 namun juga berbagai penyakit lain. Dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kesehatan akan menjadi lebih baik. Hal tersebut akan menambah energi dan semangat dalam menjalani aktifitas menjadi lebih produktif.

Tak hanya Dokter Ismi, panitia juga mendatangkan narasumber lain yaitu Taufiq Abdillah selaku satgas kesehatan di Pondok Pesantren Darul Falah Besongo.

“Para santri di himbau untuk menerapkan protokol kesehatan yang telah dibentuk oleh tim satuan tugas Darul Falah Besongo,” himbau Taufiq.

Taufiq juga menjelaskan protokol kesehatan yang harus ditaati para santri. Diantaranya  ketika keluar asrama harus memakai masker dianjurkan memakai dua masker, ketika kembali dari bepergian harus mencuci tangan di tempat yang telah disediakan, berjemur pada pagi hari sekitar jam 9 sampai 10, dan lain sebagainya.

Baca juga :  Lomba Flanel dan Kaligrafi, Menjadi Lomba Pertama Akhirussanah 2019

“Ini semua dilakukan untuk menjaga kenyamanan semua santri dan warga sekitar, mengingat kita adalah pondok pesantren yang langsung terlibat dengan warga dalam kehidupan sehari-hari,” Ujar Taufiq.

Reporter : Said Ahmad

Editor : Widodo Febri U

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *