Pascalib 2021 : Fiqh Nisa’ Bukan Hanya Untuk Perempuan

Be-songo.or.idKegiatan pasca liburan Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang pada hari ke 4 diisi dengan wawasan tentang Fiqih Nisa’ yang diikuti santiwan santriwati dengan narasumber ustadzah dari ponpes Darul Falah sendiri yakni Ustadzah Dina Arvi pada Kamis (04/02/2021).

Dalam kegiatan tersebut ustadzah menjelaskan tentang Fiqih Nisa’ yang pada dasarnya ilmu fiqih yaitu ilmu syariat yang membahas hukum yang mengatur kehidupan manusia. Salah satunya yaitu Fiqih Nisa’, keistimewaan dari Fiqih Nisa’ yaitu menjadi salah satu bentuk kemulyaan seorang wanita yang mana ada hukum yang khusus dibuat untuknya.

Urgensi mempelajari Fiqih Nisa’ bukan hanya untuk bagi wanita namun juga untuk laki–laki yaitu Mendorong wanita untuk menjadi baik secara pribadi dan social (sholihah fii nafsiha wa muslihah fii dhairiha), Menyadarkan umat akan pendidikan dan pembinaan wanita, dll. Hukum mempelajari fiqih nisa’ bagi wanita yakni fardlu ain sedangkan untuk laki-laki adalah fardlu kifayah karna seorang laki-laki tidak bersinggungan langsung.

Selain mempelajari hukumnya juga dipaparkan tentang isinya diantaranya yakni macam macam cairan yang keluar dari qubul, baik itu mani, madzi, wadzi, maupun keputihan dipaparkan secara rinci tak lupa juga dengan darah yang keluar dari kemaluan wanita.

Penjabaran tentang haid sangat beliau terangkan dengan sangat terperinci mulai dari darah, dalil, batas usia, batas keluar dan suci, hingga hal terlarang dan cara mengqodlo’ sholat untuk wanita haid.

Ustadzah menyampaikan turunnya dalil al baqoroh ayat 222 menjadi jawaban pada para sahabat dahulu, karna pada zaman dahulu kebiasaan zaman jahiliah para wanita yang haid dianggap menjijikkan, bahkan di nasrani wanita yang haid adalah waktu untuk digauli. itulah zaman jahiliah dengan kejahilannya.

Baca juga :  Seminar Kepenulisan, Menulis sebagai Implementasi Ilmu Pesantren

Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para santri yang juga dituntut untuk mengerti problem problematika wanita hingga dapat memecahkan masalah wanita sebagai bekal kelak di keluarga nya maupun masyarakat luar.

Reporter : Avis

Penyunting : Azkiya Tsany

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *