Pascalib 2022: Belajar dan Praktikkan, Proposal Tidak Boleh Asal

Hj. Umi Arikhah saat mengisi sesi pelatihan RAB di rangkaian acara Pascalib 2022 (foto/besongo online)

be-songo.or.id – Semarang, Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang melanjutkan kegiatan pascalib yang sempat tertunda karena berbela sungkawa atas wafatnya Ibu Hj. Nur Hasanah. ibunda dari Abah KH. Imam Taufiq, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang.

Pada sesi kali ini pelatihan Proposal Rancangan Anggaran Belanja (RAB)  menjadi  tajuk acara pascalib, Ahad (20/02/2022) bertempat di Masjid Raudhlatul Jannah. Meskipun mengalami kendala teknis, pelatihan RAB tetap berlangsung dengan kondusif oleh Umi Hj. Arikhah diikuti santri kelas satu dan dua.

Umi Arikhah menyuguhkan pertanyaan mengenai materi kepada beberapa santri, dimana santri yang ditunjuk menjawab pertanyaan harus bisa menjawab dengan tegas. Hal ini adalah bentuk antusias para santri, tidak hanya aktif santri juga komunikatif dan kooperatif sehingga suasana terasa asyik dan menyenangkan. Bahkan beberapa santri yang terlihat melamun dan kurang fokus akan menjadi sasaran untuk menjawab pertanyaan dari Umi Arikhah.

Dijelaskan oleh Beliau detail mengenai materi yang disampaikan seputar RAB. Mulai dari pengajuan proposal yang harus jelas, transparency dan accountable, penelitian terhadap suatu bentuk kegiatan, pengertian RAB, dan unsur unsur yang mendukung pembuatan RAB.  

“Membuat RAB harus transparan atau terbuka dan juga accountable yang bisa diartikan sebagai dapat dipertanggung jawabkan,” jelas Umi Arikhah.

Umi menyelipkan sedikit perumpamaan tentang Tafaqquh fiddin yang terjadi di Pesantren yang dimaksudkan untuk menerangkan peran penting penelitian dalam menentukan  latarbelakang, tujuan, sasaran dan target yang jelas untuk proposal.

Dalam membuat RAB, terdapat beberapa hal yang harus disiapkan yakni menentukan jenis kegiatan, menentukan bagian-bagian besar pekerjaan dari kegiatan, menentukan sub-bagian dari bagian yang sudah ada, menghitung kebutuhan tiap sub-bagian tentang volume dan besarannya, serta menguangkan segala yang menjadi pengeluaran.

Baca juga :  Pembukaan Pascalib 2022: Santri Mendunia Merawat Tradisi Islam Nusantara

Praktik Membuat RAB

Oleh Umi Arikhah para santri diminta untuk menyusun RAB suatu kegiatan menggunakan microsoft exel dalam waktu 15 menit secara berkelompok dengan kelompok yang ditentukan. Para santri antusias belajar bersama-sama menyusun RAB menggunakan microsoft excel.

“Membuat RAB menggunakan microsoft excel itu enak sekali, yang biasa menggunakan excel pasti akan semakin jatuh cinta dengan microsoft excel ini,” ucap Umi membuat sebagian santri terkekeh.

“Seru ya kalo bilang cinta-cintaan begini,” Tambahnya semakin mengundang gelak tawa. “Kebetulan saya juga suka sekali bercinta, bercinta dengan Tuhan. Jadi, tidak gampang ditipu, tidak gampang cengeng dan dibikin nangis,” lengkapnya.

Bukan hanya teori dan praktik saja yang diajarkan oleh Umi Arikhah saat menyampaikan materi RAB, beliau juga banyak menyelipkan wejangan manis disela  penjelasannya sehingga membuat suasana pascalib menjadi lebih hidup dan tidak membosankan.

“Semakin banyak kalian mencoba kalian akan semakin cinta dan merasakn asyiknya menggunakan microsoft exel,” tutup Umi Arikhah.

 

Reporter : Isna Rahma

Editor : Salsa Lazuardhy

Tinggalkan Balasan