Sastra
Penikmat

Penikmat

Ingatlah tahun lalu aku menyanjungmu?
Di pesisir pasir putih
Dengan ombak yang terus melepas rindu
Bersama angin

Hai, senja Ingatkah kamu tentang bagaimana aku duduk menjadi tua? Tenggelam dalam tawa

Dengan rasa yang menggebu-gebu
Hingga berakhir
Masihkah ada celah rasa
Untuk mengakhiri tanyaku kepadamu tentang penantian?

Jika kau tak mampu berjuang, apalagi menerima
Ku ingin dalam sisa ini, ada sepetak ruang
Untuk kembali
Datang dengan harapan, pulang memboyong jawaban
Masa kian lena

Menjauhlah, bawa huru-haramu
Tenggelam pada amarahmu
Menjauhlah, dengan kenikmatan semu yang pernah hadir
Semoga balas menjadi muara penantianmu

Oleh: Istna Nur Khoiriyah (Santri Pesantren Darul Falah Besongo Semarang dan Mahasiswa UIN Walisongo Semart)

Tinggalkan Balasan