Berita

PSB

Pesantren Memasuki Tantangan Baru, Pengasuh Besongo Tekankan Cakap Literasi Digital

Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang adakan pelantikan kepengurusan masa khidmah 2023/2024. Acara ini bertempat di asrama B13 Perumahan Bank Niaga pada hari Jumat, (06/10/2023).

 “Pada era literasi saat ini, tantangan pondok pesantren menjadi isu yang penting untuk dibahas”, tutur Abah imam dalam sambutannya.

Literasi di era digital atau yang lebih dikenal dengan “literasi digital” yakni sesuatu yang mengacu pada kemampuan seseorang untuk memahami, mengakses, mengevaluasi serta menggunakan informasi dalam berbagai bentuk terutama pada teknologi informasi dan dalam konteks digital.

Tantangan pondok pesantren menjadi isu yang sangat menarik untuk dibahas di era digital ini, dimana pondok pesantren menjadi ladang untuk menciptakan generasi muda yang cerdas, santun, dan melek digital. Oleh karena itu, Abah Imam selaku pengasuh pondok pesantren darul falah besongo menekankan kepada kepengurusan yang baru agar lebih berfokus pada literasi digital.

Kemajuan digital tentunya menjadi tantagan baru bagi santri, dengan tantangan tersebut para santri milenial harus bisa bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan di ranah media sosial. Dengan begitu santri dapat memberikan kontribusi yang besar bagi bangsa.

“Tulisan apapun yang dikeluarkan oleh jari mempunyai konsekuensi terhadap apa yang telah dilakukan”, tutur Abah Imam dalam sambutannya.

Abah Imam Taufiq menyampaikan, literasi digital itu bukan berarti bahwa kita harus pintar dalam mengakses internet, jika hanya mengakses internet, semua orang pun bisa. Akan tetapi bagaimana kita bisa terampil melakukan literasi digital itu sendiri.

“Peninggkatan litarasi santri tidak hanya membaca tulisan atau teks tetapi membaca perkembangan kultural. Bukan sekedar kemampuan mengakses media, tetapi sikap kita terhadap media itu harus menjadi karakteristik santri”, ujarnya.

Dengan begitu santri dituntut untuk mampu membaca perkembangan digital. Santri harus bisa memgkritisi berita-berita yang tersebar, apakah berita tersebut fakta atau hoax. Pada akhirnya santri diharapkan mampu memfilter berita yang beredar bahkan mampu menghentikan penyebaran berita hoax.

Penulis: Ni’matul Hamidah

Editor: Nabilatus Sa’adah