Opini
Prof Quraish Shihab: Segala Aktivitas dan Kehidupan Nabi Muhammad Sebagai Bukti Atas Keterlibatan Allah

Prof Quraish Shihab: Segala Aktivitas dan Kehidupan Nabi Muhammad Sebagai Bukti Atas Keterlibatan Allah

Cendekiawan Muslim Prof HM Quraish Shihab mengemukakan, pentingnya menempatkan kedudukan Rasulullah SAW dalam kedudukan yang sebenarnya. Sehingga, umat Islam harus percaya bahwa Nabi Muhammad SAW itu memiliki hal-hal yang luar biasa.

“Dalam sejarahnya, ketika Nabi lahir sehari atau dua hari disusukan oleh ibunya. Kemudian disusui Nufaisah, setelah itu disusui oleh Halimah. Dalam adab masyarakat Arab, bayi lahir dibawa ke Ka’bah dan diambil oleh orang-orang pedalaman,” ungkapnya, dikutip dari Youtube Quraish Shihab, Rabu (05/10/2022).

Lanjutnya, bahwa saat itu tidak ada yang mau mengambil Nabi Muhammad SAW karena anak yatim. Padahal, kakeknya yaitu Abdul Muthalib adalah orang yang kaya. Ini membuktikan segala langkah Rasulullah SAW telah diatur oleh Allah SWT.

“Karena itu riwayat sahih Allah SWT telah atur dalam Al-Qur’an sebagaimana Nabi Musa dilempar ke Sungai Nil. Pada saat itu Fir’aun menemukannya dan mencarikan seseorang untuk menyusui Nabi Musa. Setiap kali menemukan orang, Nabi Musa tidak mau menyusu. Ini membuktikan telah diatur oleh Allah SWT seperti halnya Nabi Muhammad,” tuturnya.

Hal ini kemudian penulis tafsir Al-Misbah mengatakan, Nabi Muhammad SAW dijadikan sebagai bukti keterlibatan Allah SWT dalam kehidupan dan risalahnya. Seperti halnya surat Al-Bayyinah ayat 1 dan 2 menjelaskan bahwa Allah SWT memelihara alam raya dan menentukan segala sesuatu, serta memberikan petunjuk segala sesuatu.

Menurut beliau, sebelum kedatangan Nabi Muhammad SAW, keadaan alam raya dan kehidupan manusia dalam keadaan gelap. Ahlul kitab, Yahudi dan Nasrani akan tetap dalam keyakinan mereka sampai Allah mengutus seorang Nabi.

“Sampai datang kepadanya bukti. Bukti itu berupa Rasul, jadi datangnya Nabi Muhammad itu bukti. Jadi, kalau ada yang luar biasa dalam konteks kenabian, kita harus percaya selama ada dasarnya yang kuat, jika tidak ada dasarnya yang kuat kita tidak perlu macam-macam,” ujarnya.

Beliau menyampaikan, orang yang mau mempelajari dan menghayati sejarah, maka menambah sekian banyak usia dari usianya. Karena dengan penghayatan seakan-akan seseorang hidup pada zaman itu.

Dikatakan, ada seorang orientalis William Muir, dia mengatakan, “Kalau kita pelajari sejarah hari ini, tidak ada alasan logika yang bisa menyatakan Muhammad bisa menang”.

“Dijawab oleh orang India bahwa, Nabi Muhammad SAW menang, karena Tuhan yang mengatur itu. Coba kita lihat dalam sejarah Nabi Muhammad SAW, itu ada hal-hal yang memang Tuhan turun tangan, seperti Perang Badar 1000 orang lawan 313 orang,” terang Prof Quraish.

“Kalau anda cari sebab-sebab secara logika, itu tidak ada jawabannya. Satu-satunya jawaban itu namanya inayatullah, kehendak Allah SWT dan kita harus percaya ini. Karena berdasarkan logika manusia tidak ada penyebab yang dapat menjadikan Nabi berhasil di Mekkah, kecuali sebab pertolongan Allah SWT,” tambahnya.

Oleh: M. Adela Alvin (Mahasantri Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang dan Mahasiswa Ilmu Falak angkatan 2022)

Editor: M.Raif Al Abrar

Tinggalkan Balasan