Semarak Haflah dan Milad Ke-14 Pesantren Besongo

Semarak Haflah dan Milad Ke-14 Pesantren Besongo

Pemotongan Tumpeng Peringatan Milad Pesantren Besongo ke-14

Para santri wisudawan-wisudawati memenuhi jajaran barisan kursi di lapangan Bank Niaga dalam prosesi wisuda Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Sabtu, 18 juni 2022. Tepat pada pukul delapan lebih acara akhirussanah di pondok pesantren Darul Falah Besongo dimulai. Acara tersebut diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Yalal Wathon yang dipimpin oleh tim Paduan Suara Besongo.

Selain terdapat prosesi wisuda santriwan dan santriwati oleh pengasuh Ponpes Darul Falah Besongo, acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan yang ditampilkan oleh Kelas 1, 2, 3 maupun  kelas 4 sebagai para wisudawan sendiri.

“Dari sekian pondok pesantren di sekitar UIN Besongo yang kami pilih, dari sekian pendaftar ada 94 santri yang lolos, dan setelah melalui seleksi alam hanya 74 yang menjadi wisudawan-wisudawati hari ini” ucap salah satu wisudawan dalam sambutannya.

Serupa tahun lalu, acara akhirussanah juga dibarengi dengan peringatan hari milad Pondok Pesantren Darul Falah Besongo yang ke-14. Peringatan milad ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh pengasuh dan pendiri Pesantren Besongo, Prof. Dr. KH. Imam Taufiq M.Ag.

“Selamat hari milad yang ke-14 untuk Ponpes Darul Falah Besongo” ucap Drs. Nur Ahmadi Ketua RT dalam sambutannya. Selain memberikan ucapan selamat, beliau juga memberikan beberapa pesan  pada Santri Besongo yang salah satunya ialah untuk kembali aktif memeriksa jentik-jentik di rumah warga Bank Niaga. Hal ini menjadi bentuk kewaspadaan seluruh masyarakat Perumahan Bank Niaga dalam menjaga kebersihan dan kesehatan mengingat telah terjadi beberapa kasus demam berdarah di perumahan.

Puncak Acara Akhirussanah diakhiri dengan pengumuman juara serangkaian perlombaan yang dimulai sejak sebelum Ramadhan. Adapan beberapa tujuan diadakannya lomba dalam akhirussanah adalah untuk melihat karakter para santri dalam menghadapi masalah, kedua untuk melatih mentalitas juara, ketiga untuk melatih sportivitas, dan terakhir semua lomba diniatkan untuk Allah swt.

Baca juga :  Santuni Anak Yatim di Masa Pandemi, Wujud Kemanusiaan Santri

Kemudian, mengenai tantangan dari penyelenggaraan rangkaian kegiatan hingga Puncak Haflah Akhirussnah, syukur Alhamdulillah tidak terdpat kendala yang begitu berarti.

“Dalam persiapannya pun mengalami beberapa kendala seperti sistematis didalamnya, surat menyurat, kesibukan panitia yang sudah kuliah offline dan yang lainnya. Kendala dari para santri sendiri juga karena bertabrakan dengan kegiatan kampus, tapi itulah keunikan Pesantren Dafa Besongo.”Tukas Alif Izza Ramadhan, ketua panitia ketika diwawancari tim Besongo Onine.

Reporter : Lu’luatun Fatimatuzzahro

Editor : Abdul Hanif Fauzi

Tinggalkan Balasan