Be-songo.or.id

Santri dan Taswirul Afkar: Revolusi Pemikiran Ala K.H. Abdul Wahab Hasbullah

Di tengah gejolak sejarah perjuangan Indonesia merdeka dari penjajahan Belanda, salah satu tokoh yang berperan penting dalam menggerakkan generasi muda Indonesia adalah K.H. Wahab Hasbullah. Tokoh agama, intelektual dan pendiri gerakan Taswirul Afkar ini menginspirasi pelajar dan generasi muda Indonesia melalui revolusi ideologi yang ditimbulkannya.

K.H. Wahab Hasbullah lahir di Jombang, 31 Maret 1888 yang kemudian dikenal sebagai inspirator bagi banyak generasi muda yang mendambakan perubahan dalam masyarakatnya. Ia bukan hanya seorang tokoh Islam, tetapi juga seorang pemikir progresif yang berusaha memadukan nilai-nilai agama dengan gagasan-gagasan modern. Hal inilah yang menjadi ide dasar gerakan Taswirul Afkar.

Salah satu kontribusi terpenting K.H. Wahab Hasbullah dalam dunia santri adalah pendirian Gerakan Taswirul Afkar pada tahun 1914. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan pendidikan, pemikiran kritis, dan kesadaran generasi muda. Ia memandang pendidikan sebagai alat utama untuk membentuk pemikiran yang lebih terbuka dan pemahaman agama yang lebih kuat. Gerakan ini mencoba untuk menghilangkan pemikiran tradisional yang mungkin telah membatasi perkembangan generasi muda Indonesia.

Pengaruh K.H. Wahab Hasbullah dalam dunia santri terlihat dalam semangat intelektual yang ia coba tanamkan. Santri yang terlibat dalam gerakan ini menjadi agen perubahan dalam masyarakat mereka. Mereka diajak untuk berpikir kritis, mempertanyakan norma yang ada, dan mencari solusi yang sesuai dengan perkembangan zaman. Gerakan ini juga memiliki elemen nasionalis yang kuat, mendukung persatuan dan perjuangan bersama melawan penjajahan Belanda.

Pemikiran dan pengaruh K.H. Wahab Hasbullah tidak terbatas pada masanya. Hingga kini, pemikirannya terus mempengaruhi dunia santri dan perkembangan pemikiran Islam di Indonesia. Santri yang terinspirasi dari pemikirannya berkontribusi dalam berbagai bidang antara lain pendidikan, dakwah, dan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Mereka mengikuti jejak K.H. Wahab Hasbullah dengan mempertahankan identitas keislaman yang kuat, namun tetap terbuka terhadap perkembangan dunia modern.

Oleh: Jazilah (Mahasantri Ponpes Darul Falah Besongo Semarang)

Editor: Sholahuddin