Berita

PSB

Santri Darul Falah Besongo Tempa Diri dalam Riyadlah

Besongo, 6 Februari 2024 – Selasa (6/2), Ponpes Darul Falah Besongo menyelenggarakan Riyadlah Santri sebagai bagian dari program PASCALIB (Pasca Liburan) bagi santri kelas 2, 3, dan 4. Acara ini menghadirkan Abah Imam Taufiq sebagai pemateri untuk memotivasi santri dalam istiqomah mencari ilmu.

Abah Imam Taufiq menekankan bahwa pondok pesantren adalah sumber Riyadlah, tempat melatih kemandirian, disiplin, dan tepat waktu. Beliau menjelaskan bahwa tujuan Riyadlah adalah mencapai ridho Allah SWT, bukan hanya untuk mencari ilmu. Riyadlah dapat membersihkan hati, memerangi hawa nafsu, dan membentuk pribadi yang baik dan bertaqwa.

“Tujuan Riyadlah itu mencapai ridlo Allah subhanahu wata’ala, tidak hanya mencari ilmu saja agar bisa mudah mengangkat derajat tetapi juga dapat membersihkan hati, memerangi hawa nafsu, menjadi orang yang baik, dan menjadi orang yang bertasawwuf dalam mendekatkan diri kepada Allah”, jelas beliau.

Lebih lanjut, Abah Imam Taufiq menjelaskan syarat-syarat Riyadlah, yaitu menghilangkan hijab antara Tuhan dan manusia, adanya proses pembimbingan dari guru, kyai, atau orang yang mengajari, fokus pada materi yang diajarkan, dan yang terakhir niat dengan sungguh-sungguh.

Selain itu, Riyadlah juga memiliki beragam manfaat diantaranya adalah mendapat ridho Allah SWT, menjalin hubungan erat antara santri dan kyai, dan melatih keikhlasan dalam mencari ilmu.

“Manfaat dari Riyadlah itu bisa mendapat ridlo Allah subhanahu wata’ala, dapat ber ta’alluq antara santri dan kyai, serta melatih keikhlasan dalam mencari ilmu dan melakukannya” ujar Abah Imam.

Sebelum mengakhiri seminar, Abah Imam berpesan supaya semua santri konsisten dalam berRyadlah. caranya adalah dengan berada di lingkungan yang baik, tradisi yang baik, da teman-teman yang baik.

“Kuncinya Riyadlah adalah lingkungan, tradisi, dan teman. Selalu konsisten untuk menghilangkan rasa malas dengan cara melestarikan tradisi di lingkungan, karena iman, ilmu dan lainnya tergantung pada lingkungannya. Lalu bagaimana supaya bisa konsisten? Salah satu caranya yakni dengan memilih teman yang baik” pesan Abah Imam.

Oleh: M. Adela Alvin (Santri Ponpes Darul Falah Besongo Semarang dan Mahasiswa UIN Walisongo Semarang)

Editor: Jazillah