Santri Harus Lestarikan Tradisi

Santri Harus Lestarikan Tradisi

Ustaz Miftahul Ulum saat menjadi narasumber pada TOS 2022 (besongo.tv/Hilmi)

Semarang (09/08). Memasuki hari ketiga kegiatan TOS (Taaruf Orientasi Santri), Pesantren Darul Falah Besongo Semarang mengadakan seminar kepesantrenan yang bertema “Membangun Tradisi Pesantren”. Kegiatan tersebut mengundang Ustaz Miftahul Ulum sebagai narasumber.

Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB dan berakhir pukul 21.00 WIB ini, dipandu oleh Zuhad selaku moderator. Bertempat di Madrasah Diniyah (Madin), kegiatan ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan tradisi pesantren dengan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ustaz Miftahul Ulum menjelaskan bahwa, salah satu tradisi pesantren yang harus tidak boleh ditinggalkan yaitu mengaji. Dan kini santri hanya perlu melestarikan tradisi yang sudah ada. Bukan membangunnya dari awal.

“Maka dari itu santri diharapkan mampu melestarikan apa yang menjadi karakteristik kepesantrenan,” jelas pemateri yang juga asatidz Besongo.

Dikatakan, Tradisi pesantren yang sampai saat ini menjadi kekhasan pesantren yang selalu melekat adalah Pengajian kitab kuning. Hal ini tidak hanya dipertahankan oleh pesantren salaf saja, namun juga pesantren modern. Maka, tidak bisa kita pungkiri kekhasan seorang santri lainnya yaitu adab. Seperti menghormati kiai juga ilmunya. 

“Karena bagi santri keberkahan ilmu dan menjunjung nilai adab itu nomor satu,” jelas Alumnus IAIN Walisongo tersebut.

Dijelaskan juga, bahwa di era majunya teknologi pesantren harus bisa menjadi lembaga ilmu pengetahuan yang berbasis ilmu agama dan berlandaskan pada syariat-syariat Islam. Sehingga dengan itu santri mampu menjadi sosok agent of change dan teladan di masyarakat.

“Juga dengan dibekali keterampilan bermasyarakat dan hidup mandiri, setelah lulus diharapkan santri mampu menjadi sosok yang berdikari di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Khilda Athiyah

Editor: Imam Mawardi

Tinggalkan Balasan