Bacaan
Tingkatkan Kompetensi Menulis, Pesantren Besongo Gelar Workshop Kepenulisan

Tingkatkan Kompetensi Menulis, Pesantren Besongo Gelar Workshop Kepenulisan

Di tengah padatnya aktivitas, kita masih bisa meluangkan waktu untuk tholabul ilmi di pondok pesantren kita yang begitu dinamis dan berkualitas baik dari segi waktu, materi dan ilmu yang diberikan.

“Tapi kita masih bisa mengupgrade lagi satu kapasitas, satu kemampuan yang memang ini unik dan harus dimiliki para santri, yaitu jurnalistik,” ucap Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Prof KH Imam Taufiq.

Imam Taufiq mengatakan hal itu secara luring dalam Workshop Kepenulisan ‘Upgrading Kapasitas Jurnalistik Efektif Bagi Santri’ yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Darul Falah (Dafa) Besongo Semarang, Sabtu (01/10/2022).

Disampaikan, saya pribadi sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Besongo Online ini.

“Saya melihat bahwa, salah satu kapasitas ilmu yang akan banyak berguna untuk mendesiminasi gagasan kita, gagasan pesantren, ilmu kita bahkan punya kepentingan apapun yang kita miliki hanya bisa dilakukan melalui mampu menulis dengan baik,” ujar Imam Taufiq yang juga Pengasuh Pesantren Darul Falah (Dafa) Besongo Semarang.

Dikatakan, Nabi Muhammad itu wartawan. Beliau itu Rasul. Rasul itu apa? Rasul itu penyemai, penyebarluaskan gagasan dari Sang Khaliq. Dari Allah SWT berikan kepada umat-Nya lewat utusan yaitu Rasul.

“Bagaimana cara menyampaikan risalah yang diberikan oleh Allah SWT kepada umat-Nya hanya bisa dilakukan dengan kemampuan jurnalistik yang baik,” ungkapnya.

“Karena apa? Message yang diberi oleh Allah, diberikan kepada umat-Nya dikemas dengan bahasa oleh para Rasul. Itu adalah fungsi-fungsi jurnalistik. Karena itu saya melihat, kalo ini tidak kita pahami sebagai sebuah kompetensi, sebagai ilmu yang sangat berguna, maka akan sia-sia,” lanjutnya.

Menurutnya, dunia sekarang yang memegang kendali paling hebat yaitu wartawan. Profesi ini, bisa menyebarkan luaskan gagasan sesuai dengan tulisan yang dikehendakinya.

“Maka bisa saya lihat, bagaimana karakter utama agar kita bisa mendapatkan tulisan dan bisa dibaca, diterima oleh publik dengan baik, yaitu hanya dengan belajar menulis dengan baik,” jelasnya.

Lanjutnya, tulisan yang mudah dibaca dan mudah dipahami itu tidak bisa sembarang orang bisa melakukannya. Ini hanya bisa ditulis oleh orang yang memiliki kemampuan jurnalistik yang baik.

“Saya berharap, para santri bisa serius mengikuti kegiatan ini dan benar-benar bisa memahami yang akan disampaikan,” pungkasnya.

Reporter: Aodra Fahru Riza (Mahasantri Pesantren Darul Falah Besongo dan Mahasiswa Manajemen Haji dan Umroh angkatan 2022)

Editor: M.Raif Al Abrar

Tinggalkan Balasan