Transformasi Keberkahan Ilmu Melalui Doa dan Ridho Guru

Ustadz Tajuddin sedang menjelaskan materi

Be-songo.or.id-Transformasi ilmu itu membutuhkan keridhoan, kenyamanan, dan keterbukaan. Ketika santri saling berkhidmah sesuai dengan porsinya masing-masing maka transformasi keberkahan ilmu akan mengucur deras melalui doa dan ridho guru.

Hal tersebut yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Tajuddin Arafat pada sesi keempat Taaruf Orientasi Santri (TOS) Pondok Pesantren Darul Falah (Dafa) Besongo Semarang, bertajuk “Keberkahan dan Akhlak Santri” pada Kamis, (12/08/2021)

Menurut beliau dalam kehidupan pesantren tidak hanya terjadi transfer ilmu antara kiai dan santri. Namun, lebih dari itu terdapat keterkaitan emsional yang lebih antara kiai dan santri dalam kehidupan di pesantren. Keterkaitan tersebut lebih apabila dibandingkan dengan keterkaitan guru dan murid, dosen dan mahasiswa, ataupun ustadz dan jamaah dalam majelis ta’lim.

Kedekatan antara santri dan kiai dapat dibangun melalui pahamnya santri akan porsinya dalam pesantren. Pemahaman santri yang sesuai porsinya akan menjadikan santri yang memiliki interaksi lebih kepada kiainya.

“Keterkaitan emosional tersebut dapat terejawantah dalam bentuk terhubungnya kiai dan santri melalui doa-doa yang senantiasa dipanjatkan oleh kiai dalam berbagai kesempatan ibadahnya kepada Allah,” tutur Alumnus Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS).

Terkait hal tersebut, Ustadz Tajudin meneritakan tentang Mbah Umar Muayyad Solo yang memanggil santri senior untuk mencatat daftar para santri yang tergolong sebagai santri yang nakal. Dengan semangat, para penguruspun memberikan daftar santri yang nakal tersebut setelah melalui musyawarah pengurus.

Kemudian, santri senior mengira bahwa santri yang terdapat dalam daftar tersebut akan ditakzir oleh kiai. Setelah beberapa lama menunggu karena tidak kunjung ada takzir dari kyai, penguruspun mengkonfirmasi hal ini kepada Mbah Umar. Namun, betapa terkejutnya para pengurus ketika mengetahui daftar tersebut bukanlah daftar takzir, tetapi daftar tersebut adalah daftar kiriman doa khusus bagi santri tergolong nakal dan sulit diatur dari Mbah Umar.

Baca juga :  Laporan Pertanggungjawaban Sebagai Wadah Evaluasi

“Terlihat jelas bagaimana keikhlasan seorang kiai dan kedekatannya kepada santri. Kiai di mata saya tidak hanya sebagai pengajar namun juga pembimbing dan suri teladan bagi para santri” tutupnya.

Reporter          : Abdul Hanif Fauzi

Editor              : Imam Mawardi

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *