Berita

PSB

Ustadz Ulum Sampaikan Materi Pra-Menikah dalam Kegiatan PASCALIB

Pesantren Darul Falah Besongo adakan seminar Fikih Munakahat pada Minggu, 4 Februari 2024. Seminar ini merupakan serangkaian kegiatan Pasca Liburan (PASCALIB) 2024 yang rutin di adakan setiap tahun.

Acara Ini menghandirkan Miftahul Ulum, salah satu ustadz Pondok Besongo. Dalam seminar tersebut, ustadz ulum mengangkat tema “ tips mencari pendamping perspektif ushul fiqh” yang terangkum dalam 5 pembahasan.

Pertama, tentang niat menikah. Menurutnya,menikah merupakan ibadah yang mulia sekaligus menjadi investasi pahala. Beliau kemudian mengatakan  

“ Menikah adalah salah satu investasi ibadah dengan modal yang minim namun hasilnya yang luar biasa, bagi hasilnya tidak menunggu perbulan, hasil menikah bisa jadi lumbung pahala produktif yang tidak terbatas.

Kedua, tentang keputusan untuk menikah. Bagi ustadz favorit para santri tersebut, modal menikah paling awal setelahnya yakni keyakinan untuk membangun rumah tangga.

“ Siap dan yakin satu sama lain (kedua calon) dapat membangun rumah tangga. Ini konteks kalau sudah khitbah. Berbeda dengan yang masih sendiri. Jangan Sibuk mengoleksi dan menyeleksi, Tidak percaya diri,misalnya kondisi ekonomi strata sosial,”terang ustadz nyentrik tersebut.

Ketiga tentang mahar pernikahan. Menurut Ustadz Ulum, penting bagi calon pengantin untuk mendiskusiskan besaran mahar. Beliau lalu berpesan,

“Berilah mahar pada calon istrimu dengan sepantasnya bukan seikhlasnya. Bagi perempuan, janganlah kamu persulit urusan nikah demi sekedar urusan mahar. “ Bagi laki-laki, hargailah calon istrimu dengan sebaik-baiknya”

Diakhir sesi penyampaian materi,  Ustadz Ulum berharap  para santri dapat memilih pasangan dengan tepat, sesuai syariat, sehingga dapat membina rumah tangganya. Karena dalam pandangan umum masyarakat, santri diangap sebagai pribadi yang berakhlak, taat beragama dan ini yang menjadi nilai (value) para santri.

Oleh: Anizallat Allysyia Sukawi (Santri Pondok Pesantren Darul Falah Besongo dan Mahasiswi UIN Walisongo Semarang)

Editor: Ahmad Nizar Zuhdi Al-Hakimi