Be-songo.or.id

Alamat: Perumahan Bank Niaga B-9 Ngaliyan Semarang; email: pesantrenbesongo123@gmail.com;

Pondok Pesantren Darul Falah Besongo lahir sebagai respons atas dinamika kehiduppan mahasiswa pada era modern ini. Arus modernitas membawa berbagai tantangan yang semakin kompleks, termasuk dalam aspek moral keagamaan dan perilaku keseharian. Tidak sedikit mahasiswa yang dalam kesehariannya mulai menjauh dari nilai-nilai keislaman, seperti pergaulan bebas, kebiasaan pulang larut malam, serta tata krama yang kurang mencerminkan etika Islam. Kondisi ini menjadi keprihatinan tersendiri, terlebih ketika mereka berasal dari perguruan tinggi berbasis Islam. Tata etika yang kurang mencerminkan pada kode etik Islam, membawa pada penurunan citra mahasiswa Islam.

Pondok Pesantren Darul Falah Besongo lahir sebagai respons atas dinamika kehiduppan mahasiswa pada era modern ini. Arus modernitas membawa berbagai tantangan yang semakin kompleks, termasuk dalam aspek moral keagamaan dan perilaku keseharian. Tidak sedikit mahasiswa yang dalam kesehariannya mulai menjauh dari nilai-nilai keislaman, seperti pergaulan bebas, kebiasaan pulang larut malam, serta tata krama yang kurang mencerminkan etika Islam. Kondisi ini menjadi keprihatinan tersendiri, terlebih ketika mereka berasal dari perguruan tinggi berbasis Islam. Tata etika yang kurang mencerminkan pada kode etik Islam, membawa pada penurunan citra mahasiswa Islam.

Berdiri sejak 2008, bermula dari rumah kos sederhana yang difungsikan sebagai tempat tinggal mahasiswa dengan fasilitas seadanya tanpa adanya unsur pendukung pengadaan pendidikan. Perlahan, bangunan ini mengalami perbaikan dan dilakukan penataan fisik yang mendukung penyelenggaraan pendidikan berbasis pesantren. Melalui ikhtiar bersama yang dilandasi niat menghidupkan agama Allah, keikhlasan, kebersamaan serta komitmen yang kuat, bangunan kecil ini kemudian berkembang menjadi Pondok Pesantren. Seiring berjalannya waktu, Pondok Pesantren terus berkembang pesat, baik dari jumlah santri, sarana bangunan, maupun berbagai kegiatan yang diselenggarakan.

Pada awal berdirinya tahun 2008, bangunan pesantren masih berupa rumah satu lantai dengan lima kamar. Seiring meningkatnya kebutuhan dan jumlah santri, pada tahun 2009 dilakukan renovasi menjadi bangunan tiga lantai yang terdiri atas delapan kamar, satu ruang halaqah, dan satu aula. Namun demikian, pertumbuhan santri yang terus berlanjut mendorong adanya pengembangan kembali, hingga akhirnya bangunan pesantren menjadi tiga lantai dengan tiga belas kamar serta satu aula yang lebih luas sebagai pusat kegiatan santri.

Pondok Pesantren Darul Falah Besongo berhasil merubah “image” kos putri menjadi Pondok Pesantren yang fokus akan akhlakul karimah, kecakapan hidup, dan wawasan keagamaann. Penamaan “Darul Falah Besongo” dilekatkan sebagai bentuk tafa’ul dari Pondok Pesantren Darul Falah Jekulo Kudus yang secara historis didirikan oleh Romo KH. Ahmad Basyir. Kini, Pondok Pesantren Darul Falah Besongo diasuh oleh menantu beliau, yaitu Prof. Dr. KH. Imam Taufiq, M.Ag., yang merupakan suami dari Prof. Dr. Hj. Arikhah, M.Ag.

Secara historis, besongo merupakan tempat bersejarah bagi pengembangan agama dan ilmu pengetahuan. Sebelum menjadi Pondok Pesantren, pada tahun 1997 – 2000, tempat ini pernah menjadi pusat kegiatan mahasiswa Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang dengan nama Raisyan Fikr. Setelah itu, pada tahun 2001 – 2005, tempat ini menjadi pesantren “Bismillah” di bawah asuhan Habiburrahman Sirazy, beliau adalah pengarang beragam Novel bergenre Islam,  seperti Novel Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, dan lain sebagainya.

Saat ini tempat yang mempunyai nilai historis tersebut, telah berubah menjadi pondok pesantren Darul Falah Be-Songo yang memiliki harapan luar biasa dalam mencetak karakter santri dalam mengembangkan kecakapan hidupnya untuk memepersiapkan diri di masa yang akan datang.

Bertambahnya santri yang mendaftar untuk belajar di pesantren ini pada tahun 2012 membuat pengasuh berinisiatif untuk menambah gedung pondok pesantren. Dengan kondisi wilayah pesantren yang terletak di perumahan, tidak memungkinkan untuk melebarkan gedung pondok, sehingga penambahan gedung merupakan strategi yang dipilih. Gedung kedua terletak di Blok A-7. Dibangung dengan tiga lantai, terdiri dari 1 aula dan 7 kamar.

Kemudian pada awal tahun 2013 penambahan gedung yang terletak di Blok B-5. Gedung ini merupakan amanah dari rekan kerja pengasuh, bernama Bapak Yoga Sadana. Beliau adalah salah satu Direktur Bank Cimb Niaga Jakarta. Gedung dua lantai, dengan lima kamar dan satu aula ini sebelumnya adalah rumah kos untuk mahasiswa. Namun menurut pemilik, mahasiswi dirasa belum bisa menjaga dan merawat lingkungan gedung, akhirnya Bapak Yoga Sadana memberikan amanah kepada pengasuh pondok untuk mengelola gedung tersebut menjadi bagian dari Pesantren Darul Falah Besongo.

Perkembangan terus terjadi, di awal bulan Oktober tahun 2013, Pesantren Besongo mendapatkan amanah mengelola Pendidikan Kader Ulama (PKU) dari Direktorat Jendral Pendidikan Diniyah dan Pesantren, Kementerian Agama Republik Indonesia. Design pendidikan ini merupakan integrasi antara model pesantren salaf dengan pendekatan pendidikan ilmiah khas perguruan tinggi.

Pesantren Besongo dipilih dikarenakan memiliki model pendidikan yang khas serta keunggulan dalam pengelolaan pesantren. Hal ini tercermin dari beragam kegiatan pembelajaran yang berbasis kajian kitab kuning, kemampuan berbahasa dan pengembangan keterampilan santri. Selain itu kuatnya pengembangan keterampilan bagi santri juga menjadi karakter Pesantren dalam membentuk santri yang mandiri dan adaptif. Penerapan sistem asrama yang tersebar di beberapa titik memungkinkan nilai-nilai kepesantrenan terinternalisasi secara lebih luas, sehingga tidak hanya terpusat di satu lokasi, tetapi juga menyatu dengan kehidupan masyarakat di lingkungan perumahan tempat pesantren berada.

Hingga saat ini, perkembangan Pondok Pesantren Darul Falah Be-songo semakin mengalami peningkatan. Dari mulai penambahan asrama di blok B yang meliputi B-17, B-6, B-13, dan 1 asrama di Perumahan  Permata Puri, Ngaliyan.

Dengan ragam program pendidikan dan kajian yang diselenggarakan, Pesantren Besongo menjadi salah satu pesantren yang mampu mencetak santri adaptif, berbudi bekerti luhur, serta memiliki wawasan dan pengetahuan agama yang mumpuni. Harapannya, menghasilkan santri dan alumni yang bermanfaat untuk bangsa, agama, dan masyarakat dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam yang damai, santun, dan egaliter.