Be-songo.or.id

Jelang Bulan Suci Ramadhan, Santri Besongo Gelar Peringatan Malam Nisfu Sya’ban dengan Doa Bersama

Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang menggelar peringatan malam Nisfu Sya’ban pada Senin (2/2/2026) di Ndalem (asrama C13) mulai pukul 17.30 WIB. Acara ini dihadiri oleh Abah Kiai H. Imam Taufiq, Umi Nyai Hj. Arikhah beserta keluarga ndalem, para asatidz dan asatidzah, serta seluruh santri Besongo.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk muhasabah diri dalam rangka mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh kemuliaan. Rangkaian acara diawali dengan melaksanakan salat Maghrib berjamaah yang diimami oleh Abah Imam, dilanjutkan dengan pembacaan surah Yasin sebanyak tiga kali.

Pembacaan surah Yasin yang pertama diniatkan untuk mohon kepada Allah agar diberikan umur yang panjang dan bermanfaat, Yasin kedua diniatkan agar terhindar dari bala dan musibah, dan Yasin yang ketiga diniatkan agar mendapat rezeki yang banyak dan berkah. Rangkaian pembacaan surah Yasin dipimpin oleh asatidzah, kemudian dilanjut doa bersama malam Nisfu Sya’ban yang dipimpin langsung oleh Abah Imam Taufiq.

Dalam sambutannya, Abah Imam menyampaikan pentingnya memperbanyak doa dan bermunajat kepada Allah pada malam Nisfu Sya’ban.

“Malam ini adalah malam yang sangat penting untuk kita bermunajat kepada Allah. Pada malam hari ini semua dosa dan kekhilafan kita akan diampuni oleh Allah. Selain itu, malam ini juga merupakan malam ditetapkannya nasib kehidupan kita untuk satu tahun kedepan, amal perbuatan baik maupun buruk kita ditentukan pada malam hari ini. Oleh karena itu, di malam yang mulia ini mari kita bermunajat kepada Allah memohon ampun atas segala dosa dan kekhilafan yang telah lalu dan minta segala yang baik-baik untuk kehidupan kita ke depannya yaitu dengan wasilah membaca surah Yasin sebanyak tiga kali dan doa”, tuturnya.

Begitu luar biasa keutamaan malam Nishfu Sya’ban ini, tetapi masih ada beberapa orang yang menyepelekannya. Malam Nisfu Sya’ban memiliki makna yang mendalam bagi kehidupan seorang muslim. Momen ini mengajak kita sebagai muslim untuk melakukan muhasabah diri atau introspeksi diri atas segala perbuatan yang telah kita lakukan selama satu tahun terakhir, dan kembali menata niat agar menjalani kehidupan dengan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Meningkatkan keimanan, membangun kembali hubungan spiritual yang lebih kuat dengan Allah. Hal ini dapat kita lakukan dengan memperbanyak amal ibadah dan melaksanakannya dengan khusyuk. Semua ini juga merupakan bentuk persiapan kita dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Serangkaian acara peringatan malam Nisfu Sya’ban ini ditutup dengan makan bersama dalam satu nampan yang menggambarkan kehangatan dan eratnya hubungan kekeluargaan di pesantren.

Oleh: Awaliyatun Nissa Fitriyani (Santri Pondok Pesantren Darul Falah Besongo)

REKOMENDASI >