Be-songo.or.id

Merawat Moderasi Beragama Melalui Nilai-nilai Keaswajaan

Di Tengah maraknya dinamika kehidupan sosial dan keberagaman pandangan keagamaan, nilai-nilai keaswajaan penting untuk dihadirkan kembali sebagai pedoman bersikap umat muslim. Menyadari hal tersebut, pada Minggu 1 Februari 2026, Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang melalui kegiatan pascalib menghadirkan seminar keaswajaan sebagai ruang refleksi bersama.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bapak H. Luthfi Rahman, S.Th.I, M.A., yang memaparkan konsep Ahlussunnah wal Jama’ah, corak keaswajaan an-nahdliyyah, serta relevansi nilai-nilai aswaja di era kontemporer. Agenda ini juga upaya untuk memahami nilai-nilai keaswajaan yang potensil menciptakan hubungan yang lebih harmonis dalam kehidupan bermasyarakat.

Bapak Luthfi Rahman, yang juga dosen UIN Walisongo, menjelaskan terkait prinsip-prinsip seperti tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i’tidal (adil). Menurutnya, empat prinsip ini, menunjukkan bahwa aswaja memiliki peran penting dalam membentuk sikap umat muslim yang inklusif dan tidak mudah terjebak pada sikap ekstrem.

“Aswaja menekankan nilai-nilai seperti tawasuth, tasamuh, tawazun, dan i’tidal sebagai dasar bersikap umat muslim yang moderat, toleran, seimbang, dan adil.” Ujarnya.

Nilai-nilai keaswajaan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat, sehingga mereka mampu menyikapi adanya perbedaan dan menjaga tradisi serta menyesuaikannya dengan perkembangan zaman. Selain itu, nilai-nilai keaswajaan juga akan mewujudkan sikap adil dan bijak dalam mengambil keputusan, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh paham ekstrem.

Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai Manhajul Fikr

Pembahasan mengenai corakan-nahdliyyah dalam NU juga mempertegas bagaimana aswaja diimplementasikan dalam praktik keagamaan dan sosial masyarakat. Menurut Ustadz Luhtfi, Aswaja tidak hanya dipahami sebagai konsep teologis saja, melainkan sebagai manhaj dalam berpikir dan bersikap yang responsif terhadap realitas sosial dan budaya dengan pendekatan yang menyelaraskan tradisi warisan leluhur, serta menyatukan antara teks dengan konteks.

“Aswaja hadir dalam praktik keagamaan dalam masyarakat misalnya tahlilan, manaqiban, sholawatan, dan maulidan seperti yang kalian praktikkan di pondok seperti ini. Ini bukan dimaknai sebagai sebuah bid’ah” jelasnya.

Mengutip artikel Memahami Aswaja ala NU terbitan NU Online, dijelaskan bahwa Aswaja memiliki fungsi sebagai kerangka berpikir yang adaptif dalam kehidupan modern tanpa menghilangkan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, nilai-nilai Aswaja tersebut tetap relevan dalam menjawab tantangan di era modern, terutama dalam menjaga keharmonisan di tengah perbedaan pandangan, praktik keagamaan, dan latar belakang sosial.

Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai Manhajul Harokah

Satu hal menarik dalam seminar ini yaitu kesadaran bahwa nilai-nilai Aswaja ternyata sangat berpengaruh terhadap perilaku umat muslim, baik dalam cara beragama, bersosial, maupun menyikapi perbedaan. Ini yang kemudian disebut bahwa Aswaja juga sebagai manhajul harokah. Aswaja tidak hanya membentuk pola pikir keagamaan, tetapi juga etika sosial yang menekankan sikap saling menghargai dan menjaga persatuan.

Namun, yang masih perlu diperhatikan yaitu bagaimana nilai-nilai tersebut dapat terus diimplementasikan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Aswaja tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga perlu diwujudkan dalam tindakan nyata di lingkungan Masyarakat, baik melalui sikap saling menghormati, cara menyikapi perbedaan, maupun praktik sosial dalam mewujudkan keadilan dan persatuan.

Akhirnya, melalui seminar keaswajaan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Aswaja memiliki relevansi yang kuat dalam membangun kehidupan sosial di era kontemporer. Karenanya, Aswaja seharusnya tidak hanya berhenti sebagai pengetahuan semata, melainkan menjadi pedoman hidup yang dapat direalisasikan dan dipraktikkan oleh masyarakat muslim dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh: Agitsna Muhimmatul Uliya F.A.A (Santri Pondok Pesantren Darul Falah Besongo)

REKOMENDASI >