Be-songo.or.id

Bahtsul Masa’il Internal Ke-VI PP. Darul Falah Besongo Semarang

Pondok Pesantren PP. Darul Falah Besongo Semarang menggelar kegiatan Bahtsul Masa’il Internal Ke-VI pada Kamis, 14 Mei 2026. Acara berlangsung di Madin Roudhotul Jannah diikuti oleh seluruh santri serta dihadiri oleh pegasuh, para pembina, asatidz dan asatidzah. Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh antusias.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pesantren dalam menjaga dan mengembangkan tradisi intelektual santri melalui forum diskusi keagamaan berbasis kajian kitab dan argumentasi ilmiah.

Ketua pelaksana, Indi Ainun Hakimah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa persoalan yang diangkat dalam Bahtsul Masa’il kali ini mungkin sudah pernah dibahas pada forum sebelumnya. Namun, menurutnya, Bahtsul Masa’il tidak semata-mata bertujuan mencari jawaban baru.

“Permasalahan yang diangkat pada Bahtsul Masa’il kali ini mungkin sudah pernah dibahas sebelumnya. Namun, Bahtsul Masa’il tidak hanya untuk menemukan jawaban baru, jadi kita di forum ini akan mengkaji kembali, memperkuat pendapat, serta menemukan hal-hal yang mungkin belum diperhatikan pada pembahasan sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah, Abah Imam Taufiq, menegaskan bahwa Bahtsul Masa’il merupakan salah satu ciri khas pondok pesantren yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Lebih utamanya, menurut beliau, kegiatan ini menjadi sarana untuk menghidupkan tradisi berpikir kritis terhadap turats atau kitab-kitab klasik, sekaligus menghidupkan kebiasaan yang menjadi ciri khas pondok pesantren, yaitu membahas permasalahan yang berkembang di masyarakat dengan basis kitab-kitab salaf.

Menurut beliau, forum tersebut memiliki peran penting dalam merespons berbagai persoalan aktual dengan tetap berpegang pada sumber-sumber keilmuan Islam yang otoritatif.

“Bahtsul Masa’il menjadi penciri pondok pesantren. Forum ini penting sebagai bagian dari bagaimana kita merespons isu-isu hari ini dengan tidak mengesampingkan sumber-sumber yang otoritatif. Ini menjadi penting untuk mengasah gaya kebebasan berpikir, kebebasan berdiskusi, keterbukaan, dan keberanian mengungkapkan pendapat berbeda dengan yang lain,” tutur beliau.

Melalui kegiatan Bahtsul Masa’il Internal Ke-VI ini, para santri diharapkan mampu mengklarifikasi berbagai permasalahan yang beredar di masyarakat dengan sumber yang jelas dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat tradisi intelektual pesantren sekaligus membentuk santri yang kritis, terbuka, dan berani menyampaikan argumentasi berlandaskan hukum Islam yang bersumber dari Al-Qur’an, hadis, dan kajian kitab para ulama.

Oleh: Della Indana (Santriwati Pondok Pesantren Darul Falah Besongo)

REKOMENDASI >