Be-songo.or.id

Wahyu Hidayat Jadi Wisudawan Terbaik UIN Walisongo, Bukti Ketulusan dan Konsistensi

Semarang — Pondok Pesantren Darul Falah Besongo kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tiga santrinya berhasil meraih predikat wisudawan terbaik pada wisuda UIN Walisongo Semarang periode Mei 2026. Salah satunya adalah Wahyu Hidayat, mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam asal Banyumas, Jawa Tengah. Ia merupakan putra kedua dari empat bersaudara, lahir dari pasangan Bapak Sulaeman dan Ibu Misriatun.

Selain mencatat prestasi akademik, Wahyu juga dikenal aktif dalam organisasi kampus dan kepesantrenan. Pada periode 2023-2024, ia bergabung sebagai staf Kementrian Akademik dan Riset DEMA UIN Walisongo. Kemudian pada periode 2024-2025, ia di percaya menjadi Bendahara umum Kabinet Maslahah Pondok Pesantren Darul Falah Besongo.

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kehidupan pesantren tidak hanya membentuk karakter dan spiritualitas, tetapi juga mampu mendukung prestasi akademik mahasiswa di perguruan tinggi.

Bagi Wahyu, perjalanan selama menempuh pendidikan di UIN Walisongo bukanlah hal yang mudah. Berasal dari latar belakang SMA umum membuatnya harus beradaptasi lebih keras dibandingkan sebagian teman-temannya yang sebelumnya telah terbiasa dengan lingkungan pesantren dan kajian keislaman.

“Teman-teman mengenal saya sebagai sosok yang sederhana. Saya benar-benar belajar dari awal karena sebelumnya tidak memiliki latar belakang pondok, sementara banyak teman lain sudah terbiasa dengan mata kuliah keislaman,” ujarnya.

Di tengah proses tersebut, Wahyu memilih tinggal di Pondok Pesantren Besongo agar memiliki lingkungan belajar yang lebih terarah. Selain mengikuti perkuliahan, ia juga aktif menjalani berbagai kegiatan pondok, mulai dari pengajian setelah subuh, magrib, dan isya hingga kegiatan berjamaah serta pelatihan keterampilan pada akhir pekan.

Menurut Wahyu, sistem kehidupan di Pondok Pesantren Besongo justru menjadi salah satu faktor yang mendukung perkembangan akademiknya. Lingkungan pondok dinilai mampu menciptakan budaya belajar yang disiplin sekaligus memberikan ruang bagi para santri untuk saling mendukung dalam proses perkuliahan.

“Di Besongo, pondok sangat mendukung kegiatan akademik kampus. Kami juga terbiasa saling mengingatkan dan berdiskusi, sehingga ada sistem kontrol dan konsultasi dengan teman-teman sejawat,” ungkapnya.

Selain lingkungan yang suportif, kemampuan mengatur waktu menjadi hal penting dalam menjalani aktivitas kuliah dan pondok secara bersamaan. Wahyu mengaku selalu membuat perencanaan yang jelas agar seluruh tanggung jawab dapat berjalan seimbang.

“Membuat timeline perencanaan yang jelas, mulai dari deadline tugas kuliah maupun kegiatan pondok agar ada patokan dan tidak saling bertabrakan. Prioritas waktu saya sebagian besar untuk pondok terlebih dahulu, kemudian kuliah,” jelasnya.

Meski demikian, perjalanan tersebut tetap diwarnai berbagai tantangan dalam proses belajar dan penyesuaian diri, baik di lingkungan kampus maupun pondok pesantren. Namun, ia memilih tetap istiqamah dan terus menjalani setiap proses pembelajaran dengan tekun.

Wahyu menyebut sosok Abah dan Umi di pondok pesantren sebagai sumber motivasi terbesar dalam perjalanan pendidikannya. Bagi dirinya, keduanya bukan hanya pengasuh, melainkan juga role model yang menunjukkan bagaimana kehidupan akademik dan nilai-nilai religi dapat berjalan beriringan.

Melalui capaian tersebut, Wahyu berharap para santri dan mahasiswa dapat menjalani setiap proses dengan tulus serta penuh tanggung jawab.

“Ikuti semua kegiatan dan peraturan pondok dengan baik, manut kepada pengurus, musyrif, dan pengasuh. Jika diberi amanah, jalani dengan tulus dan khidmah. Ketika kita bersungguh-sungguh menjalani proses di pondok, semangat kuliah juga akan tumbuh dengan sendirinya,” pesannya.

Prestasi yang diraih para santri Besongo menjadi gambaran bahwa keberhasilan akademik dapat dicapai melalui kedisiplinan, lingkungan belajar yang suportif, serta konsistensi dalam menjalani proses pendidikan, baik di pondok maupun di kampus.

Ditulis Oleh: Tim Redaksi (Pondok Pesantren Darul Falah Besongo)

Editor: Della Indana M.R.

REKOMENDASI >