Be-songo.or.id

Analisis “SWOT” sebagai Langkah Menjadi Pemimpin yang baik

(Nur Zaenab Narasumber Kepemimpinan dan Analisis SWOT/Pascalib 2023)

Hari kedua, Pondok Pesantren Darul Falah (Dafa) Besongo Semarang adakan kegiatan Pasca Liburan (Pascalib) yakni, Kepemimpinan dan Analisis SWOT sebagai salah satu dari serangkaian acara pascalib 2023, Ahad, (05/02/2023).

Kegiatan Kepemimpinan dengan tema “Lead Yourself to be a Great Leader” ini diisi oleh Nur Zaenab, S.Ag. yang akrab disapa kak Zaenab, seorang Fasilitator Pemberdayaan Perempuan dan Difabel Jawa Tengah.

Disampaikan, bahwa analisis SWOT diperkenalkan pertama kali di Institut Penelitian Standford oleh Albert S. Humphrey pada tahun 1960-an.

“Analisis SWOT ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi masalah berlandaskan kondisi faktor internal dan eksternal dalam suatu kelompok dan pribadi,” ujarnya.

“Hasil analisis tersebut dapat dipakai sebagai patokan untuk memahami keadaan sesungguhnya di lapangan,” tambahnya.

Menurut beliau, ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam proses menganalisis SWOT. Diantaranya Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunity (peluang) dan Threats (ancaman).

“Mulailah menganalisis diri dengan menggunakan SWOT. Tingkatkan kelebihan, minimalisir kekurangan, raih peluang, dan berdamai dengan ancaman,” ujarnya.

Di tengah-tengah materi yang di sampaikan, Nur Zaenab mengenalkan tokoh bernama Sakdiyah Ma’ruf yang terkenal sebagai seorang komedian pertama yang berhijab dan mempunyai pemikiran yang menentang paham ekstremisme Islam di Indonesia. Selain itu, ada juga tokoh Kalis Mardiasih yang terkenal sebagai seorang penulis dengan salah satu karyanya ‘Muslimah yang Diperdebatkan’ sebagai contoh permisalan dari materi yang disampaikan.

Dikatakan, bahwa kemampuan leadership merupakan bagian yang paling terlihat dan berpengaruh karena sebagai seorang pemimpin pasti akan menjadi tonggak utama dalam berjalannya suatu kegiatan.

“Pemimpin yang memiliki kecerdasan emosi yang baik dapat dengan mudah mempengaruhi bawahannya dan dapat dianggap mampu dalam memimpin sebuah organisasi. Sebagai contoh Daniel Goleman dan Michelle Obama,” tuturnya.

Lanjut beliau, menurut Daniel Goleman terdapat 4 kompetensi yang harus dimiliki seorang pemimpin yakni; kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, pengelolaan relasi.

“Empat hal tersebut harus dimiliki setiap orang agar menjadi pemimpin yang baik dan mampu memberikan pengaruh dalam sebuah organisasi,” pungkasnya.

Oleh: Rizka Febri Melindasari (Santriwati Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang dan Mahasiswi UIN Walisongo Semarang)

Editor: Hamid Hanafi Hanan