Ngaliyan- Sabtu (23/5/2026), santriwati Pondok Pesantren Darul Falah Besongo berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan melalui pencapaiannya dalam bidang akademik. Maulidatus Tsaniyah Annafi’ah, anak kedua dari Bapak Muhadi berhasil menjadi wisudawan terbaik Program Studi Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, sekaligus meraih penghargaan sebagai mahasiswa dengan skripsi terbaik pada momen wisuda yang ke-100 kali ini.
Dikenal sebagai sosok yang memiliki jiwa kepemimpinan dan mudah bergaul menjadikan Maulida sebagai pribadi yang senang mencoba akan hal baru. Selama kuliah, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Politik. Selain itu, di pondok pesantren ia diamanahi sebagai Sekretaris Kabinet Maslahah Pondok Pesantren Darul Falah Besongo periode 2024/2025. Pengalaman ini banyak memberikannya pelajaran tentang bagaimana cara kerja dalam tim serta belajar bertanggung jawab dengan amanah yang diberikan baik di dalam organisasi, akademik, maupun kegiatan pondok.
Sejalan dengan pilihan yang diambil Maulida dengan memutuskan untuk tinggal di lingkungan pondok pesantren selama masa studinya. Hal ini membuktikan bahwa santri dapat menyeimbangkan antara ilmu agama dan juga ilmu umum.
“Saya memilih untuk mondok sambil kuliah karena ingin menyeimbangkan ilmu akademik dan agama. Selain itu, di pondok juga bisa membuat saya lebih disiplin, mandiri, dan lebih menjaga pertemanan selama kuliah”, ujarnya.
Selama menjalani masa perkuliahan, kegiatan sehari-hari Maulida diisi dengan lebih banyak kegiatan di kampus seperti halnya mengerjakan tugas, kuliah, dan organisasi. Sedangkan untuk kegiatan malamnya ia lebih fokus pada kegiatan pesantren. Dalam kesehariannya, tentu Maulida menghadapi berbagai tantangan sepertihalnya mengatur waktu dan menjaga stamina. Sehingga untuk mengatasi tantangan tersebut ia membuat skala prioritas dan jadwal kegiatan.
“Cara saya membagi waktu adalah dengan membuat jadwal prioritas agar tidak berbenturan antara kegiatan kampus dengan kegiatan pondok”, tambahnya.
Ia menyampaikan bahwa tantangan terbesar selama proses belajarnya adalah saat ia diamanahi menjadi sekretaris pondok, karena ia harus benar-benar membutuhkan komitmen dan manajemen waktu yang baik. Tapi dari tantangan tersebut membuatnya memahami bahwasannya ia dapat melewati hal tersebut salah satunya karena barokah dan khidmah kepada pesantren.
Ditetapkan sebagai mahasiswa dengan skripsi terbaik, Maulida mengangkat judul skripsi “Peran Kaderisasi Organisasi Sayap Partai dalam Mendorong Keterwakilan Politik Perempuan (studi pada perempuan bangsa jawa tengah 2019-2024)”. Alasan Maulida mengambil judul tersebut karena ia tertarik pada isu perempuan dan politik, khususnya pada kesempatan yang dimiliki perempuan dalam mendapatkan akses dan peluang di partai politik.
Sekilas mengenai skripsi yang dikerjakan Maulida, di dalamnya membahas mengenai peranan dari proses kaderisasi politik perempuan di Perempuan Bangsa Jawa Tengah sebagai organisasi sayap Partai Kebangkitan Bangsa. Penelitian yang dilakukannya berfokus untuk melihat bagaimana proses kaderisasi, mengapa perempuan bangsa menerapkan model kaderisasi yang dijalankan saat ini, dan bagaimana dampak yang terjadi setelah adanya proses kaderisasi dalam rentang 2019-2025.
Pencapaian yang diraih oleh Maulida berawal dari motivasi terbesarnya yang ingin menjadi perempuan yang berilmu, mandiri dan bermanfaat bagi orang lain. Selain ingin membanggakan orang tuanya, ia juga ingin membuktikan bahwa santri dapat aktif dan berkembang di dunia akademik maupun organisasi. Maulida juga menyampaikan pesannya untuk teman-teman yang sedang menjalani perkuliahan dan berada di lingkungan pesantren agar tetap semangat untuk menjalani proses dari keduanya, karena kuliah dan mondok merupakan proses yang sama berharganya.
Ditulis Oleh: Siti Aniqotussolihah (Pondok Pesantren Darul Falah Besongo)
Editor: Della Indana



















