Berita

PSB

Aktualisasi Terhadap Pemahaman Fikih Ekologi

Senin, 5 Februari 2024, Ponpes Darul Falah Besongo menyelenggarakan Seminar. Serangkaian acara ini merupakan bagian dari PASCALIB, yang wajib diikuti oleh seluruh santri kelas 3, membahas tema penting yang diangkat oleh Bapak Ahmad Fauzan Hidayatullah M.Si., beratajuk “Fikih Ekologi”.

Seorang pemateri yang tidak hanya berprestasi tetapi juga merupakan Dosen Teknik Lingkungan UIN Walisongo Semarang.

Dengan pemaparan yang jelas dan disertai dengan logat candaan, Bapak Ahmad Fauzan berhasil memotivasi para santri, membuat mereka menyimak dengan antusias tanpa merasa bosan. Dalam seminar ini, beliau menekankan bahwa fikih ekologi bukan sekadar peraturan, melainkan bahasa hukum yang mengatur hubungan antara manusia dan alam sebagai ciptaan Allah Swt. Beliau Menuturkan, sebagai Khalifah di muka bumi, manusia memiliki amanat untuk menjaga bumi.

“Ketergantungan antara manusia dan alam menjadi fokus pembahasan, diilustrasikan dengan contoh sederhana seperti hubungan antara oksigen yang dihasilkan oleh pohon dan kebutuhan manusia dalam kehidupan sehari-hari,” jelas pemateri.

Bapak Ahmad Fauzan menggaris bawahi bahwa pemahaman terhadap pentingnya menjaga lingkungan tidak boleh hanya berhenti di otak, melainkan harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pemahaman fikih ekologi dapat diimplementasikan dengan berbagai cara, salah satunya mampu menerima hukum fikih ekologi. Kedua, memahami hukum fikih ekologi dalam hati sehingga mampu melahirkan kepekaan sosial. Ketiga, mengaktualisasikan dengan sebuah tindakan kecil,salah satu contohnya mengurangi penggunaan plastik. Keempat, spirit yang menjadi landasan motivasi untuk menjaga alam lingkungan,” Lanjut Bapak Ahmad Fauzan

Pada akhir pemaparan materi tersebut beliau menegaskan bahwa kita sebagai Kholifah di bumi harus senantiasa menjaga dan merawat apa yang ada di dalam bumi, karena bumi merupakan tempat kita bersujud.
“Bumi itu tempat sujud semua makhluk, jagalah agar sujud kita terus berkelanjutan,” tutup beliau.

Oleh: Saras Siti Marfuatun (Santri Pondok Pesantren Darul Falah Besongo dan Mahasiwi UIN Walisongo Semarang )

Editor: Jazillah