Videografi Itu Seni yang Harus dikuasai

Videografi Itu Seni yang Harus dikuasai

Haris Ashfa El Hakim saat memaparkan materi fotografi dan videografi (foto/besongo online)

Be-songo.or.id – semarang, Kegiatan Pasca Liburan (pascalib) Pondok Pesantren Darul Falah Besongo yang sudah dimulai 5 Februari 2022 dengan berbagai rangkaian kegiatan telah mencapai hari ke-4. Pada tanggal 11 februari 2022 dilaksanakan kegiatan pelatihan fotografi dan videografi dengan narasumber Haris Ashfa El Hakim.

Materi opsional tersebut dilaksanakan di teras madin pukul 14.00-15.30 WIB yang pesertanya adalah santri putra dan santri putri. Pelatihan ini hanya fokus secara mendasar atau dalam sebagian besarnya saja karna tentunya akan memakan waktu yang sangat lama bila dijelaskan secara detail.

“Untuk belajar langkah-langkah membuat foto dan videografi setidaknya membutuhkan pelatihan tesendiri minimalnya selama 7 hari,” tambah almunus TBS Kudus tersebut.

Fotografi dan videografi termasuk salah satu kategori konten kreator. Jika fotografi itu menciptakan momencinema. Atau fotografi juga bisa dikatakan dengan metode menciptakan gambar.

“Sedangkan videografi itu menggabungkan video dan desain, bisa juga ditambah dengan animasi, suara, filter dan suara yang mendukung,” ujar Haris saat memaparkan materinya.

Beliau menjelaskan bahwa videografi dan cinematography itu berbeda, cinematography bersifat settingan sedangkan videografi bersifat natural, beliau juga menyebutkan bahwa audio ada dua jenis yaitu original (suara asli) dan e-feed (suara buatan).

Kak haris menjelaskan tentang basic fotografi dan videografi yang berisi;

1. Konsep (ide yang akan disampaikan),

2. Informatif (isi/pesan), 3. Komposisi (lebih ke freaknya, impesis/penekanan

4. Angle dan size shoot (resolusi video)

5. Continuitas (1 momen tetapi beberapa shoot) dan

6. Art (seni) yang movement basicnya ialah panning, tilting, trading, crabing, elevate depres dan zooming, beliau menjelaskan secara rinci tentang perbedaan di setiap basic nya.

“Didunia creator yang terpenting adalah isinya/informasinya, suara/audio adalah hal pertama yang terpenting dalam videografi, yang kedua pesan/informasinya harus mudah dipahami, yang ketiga kejelasan informasinya” lanjut Kak Haris dalam materinya

Baca juga :  Laporan Pertanggungjawaban Sebagai Wadah Evaluasi

Sebelum mengakhiri sesi penyampaian materi, beliau memberikan clossing statement kepada kita semua bahwa “Konsistensi adalah kunci dari kunci yang terkunci, maka mulailah berkarya dan lakukanlah dengan konsisten,” tegas kak haris dalam mengakhiri materinya.

Reporter: Rizki F. Melindasari

Editor: Imam Mawardi

Tinggalkan Balasan