Semarang, 21 Juni 2026 – Suasana hangat menyelimuti Pondok Pesantren Darul Falah Besongo dalam Milad ke-18 yang berlangsung di Ndalem C13. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh santri, asatiz dan asatizah, serta beberapa alumni Pondok Pesantren Darul Falah Besongo.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi setelah salat Subuh dengan khataman Al-Qur’an Bin Nadhar yang diikuti oleh seluruh santri. Suasana religius terasa begitu kental dalam setiap lantunan ayat suci yang dibaca bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan sore hari dengan pembacaan tahlil, Mahallul Qiyam, serta ramah tamah sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan pondok hingga saat ini.
Memasuki sesi sambutan, Lurah Pondok, Jihan Siti Afifah. Dalam sambutannya, ia sedikit menceritakan beberapa agenda besar yang telah terlaksana sebelum liburan, seperti Funther, Imtihan, Ziyadah, Jalan Sehat, dan Milad Besongo. Ia juga menyampaikan bahwa waktu liburan hendaknya digunakan semaksimal mungkin tanpa mengendurkan rutinitas yang layak dijalankan sebagai santri, di manapun berada.
“Meskipun sedang liburan, kebiasaan baik yang telah dibangun di pondok tetap perlu dibiasakan di tempat masing-masing,” ujar jihan.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pengasuh Pondok Darul Falah Besongo, Abah Imam Taufiq. Dalam sambutannya, beliau sedikit menceritakan bahwa peringatan Milad Besongo bukan terletak pada tanggal pelaksanaannya, melainkan pada makna dan momentum yang terkandung di dalamnya.
“Milad Besongo bukan tentang harinya, melainkan tentang momentumnya. Artinya, peringatan dapat dilakukan kapan pun, selama momentum kebahagiaan santri tetap terasa dan antusiasme mereka selama mengikuti kegiatan di pondok tetap terlihat,” tutur beliau.
Beliau juga menyampaikan pentingnya membangun hubungan yang baik antara santri dan asatiz dalam proses menuntut ilmu.
“Antara guru dan murid tidak ada hierarki yang membatasi, karena tolok ukur utama adalah keilmuan. Karena itu mari bersama-sama saling menjaga dan saling menghormati dalam menuntut ilmu,” tambah beliau.
Acara puncak ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh pengasuh pondok, yakni Abah Imam Taufiq dan Umi Arikhah, sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan dan pencapaian Pondok Pesantren Darul Falah Besongo selama 18 tahun berdiri.
Peringatan milad ini tidak hanya menjadi momentum syukuran, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi, sekaligus memperteguh komitmen bersama dalam mengembangkan pendidikan pesantren yang unggul, berkarakter, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman.
Selama perjalanannya, Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang terus mengalami perkembangan yang signifikan, baik dalam bidang pendidikan, pembinaan karakter, maupun pengembangan keterampilan santri. Besongo hadir bukan hanya sebagai tempat menimba ilmu keagamaan, tetapi juga sebagai wadah untuk membentuk generasi yang cerdas secara spiritual, intelektual, dan sosial.
Salah satu santri Besongo, Rangga, turut menyampaikan kesannya selama mondok di Besongo.
“Abah dan Umi merupakan sosok guru yang bukan hanya sebagai pengasuh, tetapi juga sebagai orang tua bagi kami. Beliau berdua adalah teladan yang dapat dijadikan panutan, baik dalam aspek spiritual maupun intelektual,” ungkapnya.
Milad ke-18 ini diharapkan menjadi titik awal untuk terus melangkah, menjaga tradisi keilmuan pesantren, serta memperkuat semangat pengabdian demi kemajuan Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang di masa mendatang.
Ditulis Oleh: Mujib Afifuddin (Santri Pondok Pesantren Darul Falah Besongo)



















