Be-songo.or.id

Mantapkan Niat dan Langkah, Para Santri Pondok Pesantren Darul Falah Ikuti Ziyadah (Ziarah dan Rihlah) 2026

Semarang – Pondok Pesantren Darul Falah Besongo menggelar apel pemberangkatan sebagai persiapan akhir menjelang kegiatan Ziyadah (Ziarah dan Rihlah) 2026 pada Jumat malam (19/06/2026) dengan rute perjalanan Madiun-Pacitan. Kegiatan ini diikuti oleh pengasuh, asatidz dan asatidzah, santriwan dan santriwati serta beberapa alumni dengan penuh antusiasme dan khidmat.

Kegiatan Ziyadah (Ziarah dan Rihlah) merupakan agenda tahunan Pondok Pesantren Darul Falah Besongo yang bertujuan untuk mempererat ukhuwah, menambah wawasan keilmuan, serta meneladani perjuangan para ulama melalui kegiatan ziarah dan studi banding. Selain menjadi sarana rekreasi dan penyegaran, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat para santri dalam menuntut ilmu, memperkuat nilai-nilai spiritual, serta meningkatkan rasa cinta dan hormat kepada para ulama dan pesantren.

Apel pemberangkatan dibuka oleh Ketua Panitia, Farhan Nur Maulana, yang menyampaikan berbagai arahan terkait teknis pelaksanaan kegiatan, tata tertib, serta koordinasi selama perjalanan. Ia menyampaikan: “Grup bus telah kami buat. Mohon dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai sarana koordinasi selama kegiatan berlangsung. Segala informasi dari panitia harap diperhatikan dan diikuti bersama demi kelancaran Ziyadah 2026. Setiap bus juga telah ditunjuk seorang penanggung jawab (PJ). Oleh karena itu, apabila terdapat kendala selama perjalanan, santriwan dan santriwati dapat langsung berkoordinasi dengan PJ bus masing-masing. Selain itu, panitia juga telah menunjuk tim kesehatan. Bagi santriwan dan santriwati yang membutuhkan obat-obatan, seperti obat mabuk perjalanan maupun keperluan kesehatan lainnya, dipersilakan untuk menghubungi petugas kesehatan yang telah ditunjuk.”

Ia menambahkan: “Ziyadah merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk menambah semangat spiritual para santri melalui kegiatan ziarah ke makam para ulama, serta menambah wawasan dan semangat belajar para santri melalui kegiatan studi banding.”

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan baik, mengambil hikmah dari setiap tempat yang dikunjungi, serta mempererat ukhuwah selama perjalanan. Rihlah ke Pantai Klayar juga menjadi sarana penyegaran agar para santri dapat menikmati kegiatan dengan penuh semangat,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menginformasikan bahwa grup bus dan grup peserta dibentuk sebagai sarana penyampaian informasi serta koordinasi selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Selanjutnya, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Besongo, Abah KH Imam Taufiq, memberikan tausiyah dan pesan kepada seluruh santriwan dan santriwati agar senantiasa menjaga niat, adab, serta kedisiplinan selama mengikuti kegiatan. Beliau berpesan: “Niatkan perjalanan ini untuk mencari berkah dan mengambil pelajaran dari para ulama. Jaga adab, jaga kekompakan, dan jangan sampai meninggalkan identitas kita sebagai santri Darul Falah.” Beliau juga berharap agar perjalanan ini menjadi sarana untuk menambah ilmu, mempererat ukhuwah, dan memperoleh keberkahan.

Arahan kemudian dilanjutkan oleh Ust. Kharis, salah satu asatidz Pondok Pesantren Darul Falah Besongo, yang berpesan kepada seluruh santriwan dan santriwati untuk senantiasa menjaga nama baik pondok di mana pun berada serta menunjukkan akhlak dan sikap yang mencerminkan nilai-nilai kepesantrenan. Beliau menegaskan: “Ke mana pun kita pergi, nama Pondok Pesantren Darul Falah Besongo ikut bersama kita. Maka, tunjukkan akhlak yang baik, jaga ucapan, dan hormati setiap tempat yang kita kunjungi.”

Berdasarkan rute kegiatan, rombongan santriwan dan santriwati akan memulai perjalanan menuju Makam Kiai Ageng Basyariah di Sewulan, Madiun, dilanjutkan dengan ziarah ke Makam Kiai Ageng Muhammad Besari di Tegalsari, Ponorogo. Keesokan harinya, rombongan akan melaksanakan studi banding di Perguruan Islam Pondok Tremas, Pacitan, kemudian berziarah ke Kompleks Makam Masyayikh Tremas, dan menutup rangkaian kegiatan dengan rihlah di Pantai Klayar, Pacitan.

Melalui kegiatan ini, santriwan dan santriwati diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman perjalanan dan rekreasi, tetapi juga dapat mengambil hikmah dari jejak para ulama, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menambah wawasan dan semangat dalam menuntut ilmu.

Ditulis Oleh: Najih Syauqi (Santri Pondok Pesantren Darul Falah Besongo)

REKOMENDASI >