Berita

PSB

Prof Quraish Shihab: Nafsu dan Setan, Musuh Utama Manusia

Cendekiawan Muslim Indonesia, Prof. KH. Muhammad Quraish Shihab memberikan cara untuk dapat meraih kemenangan gemilang di bulan Ramadhan. Beliau mengatakan tentang kemenangan, artinya ada sesuatu yang harus  diperjuangkan atau musuh yang harus dilawan demi meraih sebuah kemenangan tersebut. Dan musuh utama atau lawan yang harus dihadapi ialah nafsu dan setan.

“Nafsu yang ada di dalam diri kita sendiri dan setan yang berada di luar diri kita,” tutur Prof Quraish tayangan Youtube Quraish Shihab, dikutip, Sabtu (03/06/2023).

Baca Juga: Prof Quraish Shihab Jelaskan Syarat Menjadi Mufassir Qur’an

Menurut beliau, langkah pertama untuk menghadapi musuh yaitu dengan mengenali diri-sendiri terlebih dahulu. Dari mengenali kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, sehingga dapat mengenali musuh dan lawan yang dapat menghambat untuk bisa meraih kemenangan.

“Antara nafsu dan setan, masing-masing memiliki sifat dan kekuatan berbeda-beda yang harus kita taklukkan,” ucapnya.

Dikatakan, pertama yaitu nafsu. Nafsu adalah sesuatu yang sangat bersikeras untuk mendapatkan suatu hal yang dia inginkan. Tetapi nafsu juga mempunyai kelemahan, seperti halnya anak yang sedang menyusu, dia tidak akan berhenti menyusu apabila ibu tidak memberikan ketegasan atau bertekad untuk tidak memberikan ASI. Sehingga lambat laun si anak akan terbiasa tanpa menyusu.

Baca Juga: Prof KH Imam Taufiq: Dunia dan Akhirat, Harus dengan Ilmu

“Jadi dalam menghadapi nafsu, yang diperlukan pertama adalah tekad yang kuat untuk menghadapinya,” terangnya.

Lanjut beliau, bukan berarti harus membunuhnya, karena nafsu akan dibutuhkan pada waktu tertentu.

“Tetapi kita hanya perlu mengendalikannya dengan cara bernegosiasi dengannya agar bisa sejalan dengan nilai-nilai agama,” ujarnya.

Dijelaskan, nafsu mempunyai tingkatan, dari nafsul ammarah bissu’i, yaitu nafsu yang selalu menyuruh dalam keburukan, kemudian meningkat menjadi nafsul Lawwamah yaitu nafsu yang mengecam diri manusia karena melakukan larangan.

Baca Juga: Prof Quraish Shihab: Membaca Tidak Harus Tertulis dalam Teks.

“Lalu meningkat mencapai puncaknya yaitu annafsul muthmainnah berarti nafsu yang telah memperoleh ketenangan,” jelasnya.

Oleh : Qoni’atur Rohmah (Santriwati Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang dan Mahasiswi UIN Walisongo Semarang)

Editor: M. Raif Al Abrar